Cerita "17-an": Lomba Perahu Bidar di Sumatera Selatan

Kompas.com - 13/08/2018, 17:42 WIB
Puluhan ribu penduduk Palembang dan sekitarnya tumpah ruah ke Sungai Musi untuk menyaksikan perlombaan bidar tahun ini. Jembatan Ampera menjadi tribune-angkasa. Yang ingin menonton lebih dekat menggunakan sampan, motor boat, jukung dll.Kompas/W Puluhan ribu penduduk Palembang dan sekitarnya tumpah ruah ke Sungai Musi untuk menyaksikan perlombaan bidar tahun ini. Jembatan Ampera menjadi tribune-angkasa. Yang ingin menonton lebih dekat menggunakan sampan, motor boat, jukung dll.

KOMPAS.com - Momen peringatan HUT RI yang diperingati setiap 17 Agustus menjadi pesta rakyat. Nuansa merah putih ada di mana-mana. Berbagai perlombaan digelar menambah kemeriahan 17-an.

Salah satu lomba yang masih dipertahankan dari dulu hingga kini adalah perlombaan Perahu Bidar di Sumatera Selatan.

Apa itu Bidar ?


Bidar merupakan perahu yang terbuat dari kayu. Di Palembang, Perahu Bidar juga digunakan untuk ajang perlombaan dayung perahu.

Perlombaan yang paling besar adalah saat perayaan HUT Kemerdekaan RI. 

Di Sumatera Selatan ada berbagai jenis perahu bidar, yang paling terkenal ada tiga yaitu:

1. Bidar Kecik (mini) dengan jumlah pendayung 11 orang
2. Bidar Pecalangan (menengah) yang bisa mengangkut lebih dari 35 orang. Perahu ini untuk acara di Sungai Musi dan daerah lain
3. Perahu Bidar yang bisa mengangkut 57-58 orang, digunakan sekali dalam setahun di Sungai Musi saat perayaan HUT RI. 

Sebuah perahu bidar yang digunakan untuk lomba memiliki panjang sekitar 26 meter (dari haluan ke buritan), lebar 1,37 meter (bagian yang terlebar), dan tinggi sekitar 0,70 meter (bagian yang paling dalam).

Bagian jalur atau lunas perahu memiliki ukuran 20 meter dengan lebar 0,09 meter terbuat dari kayu jenis kempas, bungus atau rengas yang merupakan kayu kuat dan tahan terhadap air.

Pada bagian kerangka perahu yang berbentuk balok-balok melengkung dengan ukuran sekitar 7x15 meter terbuat dari kayu bungus atau rengas.

Bagian kerangka untuk memperkuat perahu juga berfungsi sebagai penghubung antara lunas dengan pinggiran atau dinding perahu. Bagian ini terbuat dari kayu merawan dengan ukuran panjang sekitar 26 meter, lebar 0,12 meter, dan tebal 0,03 meter.

Perlombaan Bidar di Sungai Musi. Untuk merayakan HUT RI ke 40 masyarakat di pinggir Sungai Musi Palembang mengadakan lomba Bidar. Bidar adalah perahu kecil yang bisa dikayuh oleh beberapa orang.KOMPAS/Abadi Tumanggung Perlombaan Bidar di Sungai Musi. Untuk merayakan HUT RI ke 40 masyarakat di pinggir Sungai Musi Palembang mengadakan lomba Bidar. Bidar adalah perahu kecil yang bisa dikayuh oleh beberapa orang.
Sepanjang pinggiran bagian dalam perahu (kanan dan kiri) terdapat balok-balok kayu yang biasa disebut buayan.

Bagian ini memiliki fungsi sebagai tempat dudukan palangan perahu dengan ukuran panjang 26 meter, lebar 0,5 meter, dan tinggi 0,10 meter.

Halaman:



Close Ads X