Kompas.com - 12/08/2018, 20:06 WIB
Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ungaran Timur, Kabupaten Semarang menggelar apel kebangsaan di Lapangan Kawengen, Minggu (12/8/2018) siang. Mereka mendeklarasikan diri untuk mewujudkan Pemilu yang damai serta  bebas dari money politic, intimidasi dan ujaran kebencian. kompas.com/ syahrul munirPengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ungaran Timur, Kabupaten Semarang menggelar apel kebangsaan di Lapangan Kawengen, Minggu (12/8/2018) siang. Mereka mendeklarasikan diri untuk mewujudkan Pemilu yang damai serta bebas dari money politic, intimidasi dan ujaran kebencian.


UNGARAN, KOMPAS.com - Menjelang pelaksaan Pemilu Serentak 2019, Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, menggelar apel kebangsaan di Lapangan Kawengen, Minggu (12/8/2018) siang.

Dalam apel kebangsaan ini, ratusan anggota Ansor dan Banser mendeklarasikan diri untuk mewujudkan Pemilu yang damai serta bebas dari money politics, intimidasi dan ujaran kebencian.

"Anggota GP Ansor Ungaran Timur jumlahnya mencapai 300 orang, siap membantu Penyelenggara Pemilu dan polisi jika di lapangan terjadi tindakan sewenang-wenang dari satgas atau ormas tertentu, yang ingin membuat onar dalam Pemilu 2019," kata Ketua PAC GP Ansor Ungaran Timur, Zaenal Muqoddir.

Zaenal dalam kesempatan itu juga menyatakan, pihaknya siap berkontribusi untuk menciptakan Pemilu di wilayah Ungaran Timur yang bersih, aman dan damai.

Baca juga: Mendagri Yakin KPU Bakal Sukses Selenggarakan Pemilu Serentak Pertama

 

Dia mengatakan, Pemilu yang damai hanya bisa terwujud jika dalam pelaksanaannya tidak dikotori dengan tindakan money politics dan intimidasi.

Sebab, money politics dan intimidasi, kata Zenaal, sangat mencederai penyelenggaraan pesta demokrasi rakyat tersebut.

"Pelanggaran money politics adalah domain Panwas, kita hanya membantu. Sedangkan intimidasi atau ancaman terhadap pendukung calon legislatif maupun paslon presiden tertentu merupakan cara-cara yang tidak beradab," ujar dia.

Ia menegaskan, GP Ansor secara organisasi bersikap netral dalam Pemilu 2019. Namun, sebagai warga negara, kader GP Ansor memiliki hak politik.

Sehingga, jika kadernya mendukung partai politik tertentu, merupakan hak masing-masing individu, tidak mewakili organisasi.

"Kita netral, namun jika ada anggota yang mendukung parpol, caleg, maupun paslon presiden tertentu, adalah hak politik masing-masing anggota," tegas dia.

Baca juga: Pemilu Serentak, KPU Ingatkan Jangan Nyoblos Pakai Prinsip NPWP

Kegiatan apel kebangsaan Ansor-Banser Ungaran Timur ini dibarengi dengan peresmian pasar Desa Kawengen.

Ansor dan Banser menginisiasi pembangunan pasar desa untuk meningkatkan kesejahteraan warga Desa Kawengen.

Setelah apel kebangsan, camat setempat didampingi oleh Kapolres, Babinsa, Babinkamtibmas, Ketua Syuriah MWC NU Ungaran Timur, Ketua Tanfidziah MWC NU Ungaran Timur meresmikan lapak dagang Ansor Banser Desa Kawengen dengan menabuh gong dan memotong pita, serta melepaskan balon peresmian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X