Sopir Taksi Online yang Ditemukan Tewas di Sumedang Dibunuh di Pinggir Tol Cipali

Kompas.com - 06/08/2018, 16:23 WIB
Screen shot percakapan WhatsApp Soeharto Sopir taksi online yang ditemukan tewas di Sumedang, Jawa Barat kepada kerabatnya, Rabu (01/08/2018). Kompas.com/Dean PahreviScreen shot percakapan WhatsApp Soeharto Sopir taksi online yang ditemukan tewas di Sumedang, Jawa Barat kepada kerabatnya, Rabu (01/08/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi berhasil menangkap dua pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian terhadap Suharto alias Alex.

Adapun kedua pelaku yang diketahui berinisial L dan R ini ditangkap di kediamannya di daerah Kroya, Indramayu, pada Minggu (5/8/2018).

Sedangkan seorang lagi masih dalam pengejaran atau masuk ke daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo menjelakan, Alex, sopir taksi online yang ditemukan tewas di Sumedang, ini dieksekusi di pinggir jalan tol Cipali.

"Di pinggir jalan tol Cipali dieksekusinya," kata Hartoyo yang dihubungi Kompas.com, Senin (6/8/2018).

Hartoyo menjelaskan, ketiga pelaku ini sudah merencanakan untuk membegal kendaraan dari Jakarta. "Mereka sudah merencanakannya sejak dari Jakarta," katanya.

Baca juga: Kasus Sopir Taksi Online yang Ditemukan Tewas di Sumedang, Polisi Tangkap 2 Pelaku

Para pelaku sendiri diantarkan korban ke wilayah Subang, melalui Jalan Tol Cipali. Namun di pinggir jalan mereka berhenti. Di situlah para pelaku mengeksekusi korban dengan menganiayaanya terlebih dahulu.

"Mereka dianiaya dengan tangan kosong, tidak ada alat, hanya dianiaya, dicekik juga," jelasnya.

Melihat korban yang sudah meninggal, pelaku lalu membuang korban ke wilayah Sumedang, tepatnya di kebun Perhutani, Jalan Buah Dua-Sanca Blok Cinambo, Dusun Gendereh, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana mengatakan, luka lebam dan memar di tubuh korban diakibatkan luka pukulan. Sementara beberapa luka lainnya diduga akibat benturan saat jenazah Alex dilempar dari mobil.

"Sebagian lagi karena benturan dilempar dari mobil," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Alex dikabarkan hilang dengan kendaraan Daihatsu Xenia bernopol B 2256 TFY. Kabar itu disebar melalui media sosia Facebook oleh akun "AjekDido".

Berdasarkan informasi dari akun tersebut, Alex terakhir mengantarkan penumpang dari Bekasi menuju Subang pukul 18.00 WIB. Korban kemudian hilang kontak sekitar pukul 17.00 WIB di wilayah Ciasem/Pamanukan, Subang.

Baca juga: Kasus Sopir Taksi Online Tewas di Sumedang, Polisi Duga Pelaku Penganiaya Sebanyak 3 Orang

Dari informasi yang didapatkan akun itu, korban yang merupakan anggota White Car Indonesia ini sempat mengalami masalah di wilayah Pamanukan. Bahkan ponsel dan GPS kendaraan dalam keadaan tidak aktif.

Sehari kemudian, Selasa (31/7/2018) korban ditemukan di Lahan Perhutani dalam keadaan tewas. Polisi menduga bahwa Alex merupakan korban penganiayaan atau pembunuhan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Regional
Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Regional
Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Regional
Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Regional
Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Regional
Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Regional
Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Regional
Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Regional
Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Regional
Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Regional
Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Regional
PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

Regional
Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Regional
Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X