6 Peristiwa Terkait Gempa di Lombok, dari Menteri hingga Trauma Warga

Kompas.com - 06/08/2018, 05:20 WIB
Petugas membawa pasien keluar dari rumah sakit saat terjadi gempa bermagnitudo 7 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8/2018).AFP PHOTO/RITA SISWATI Petugas membawa pasien keluar dari rumah sakit saat terjadi gempa bermagnitudo 7 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8/2018).

SOLO, KOMPAS.comGempa bermagnitudo 7 di Lombok, Nusa Tenggara Barat ( NTB), pada  Minggu (5/8/2018), membubarkan acara makan malam para menteri dari Indonesia dan Australia.  

Selain itu, gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami tersebut membuat warga trauma, dan lebih memilih mengungsi di luar rumah. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mencabut peringatan dini tsunami dua jam pasca-terjadinya gempa. 

Berikut sejumlah fakta akibat gempa bermagnitudo 7 yang terjadi di Lombok pada Minggu malam (5/8/2018).

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pasca-gempa bermagnitudo 7 yang mengguncang Lombok Uara, NTB, Minggu (5/8/2018). Saat itu, Yasonna dan menteri dari berbagai negara sedang makan malam. Mereka adalah para peserta Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security dan Sub Regional Meeting on Counter Terrorism (SRM on CT).handout Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pasca-gempa bermagnitudo 7 yang mengguncang Lombok Uara, NTB, Minggu (5/8/2018). Saat itu, Yasonna dan menteri dari berbagai negara sedang makan malam. Mereka adalah para peserta Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security dan Sub Regional Meeting on Counter Terrorism (SRM on CT).

1. Para menteri kalang kabut

Jamuan makan malam yang digelar Pemerintah Provinsi NTB di Hotel Lombok Astoria dengan para peserta Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security dan Subregional Meeting on Counter Terrorism (SRM on CT) bubar ketika gempa terjadi. 

Acara makan malam tersebut diikuti delegasi dari Indonesia, Australia, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina.

"Kami lagi dinner. Cukup besar rombongannya. Dan tiba-tiba goyangan besar sekali terjadi. Langsung berhamburan semua, turun terus melalui emergency exit," tutur Yasonna kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu malam.

Baca Juga: Kronologi Gempa Lombok Bermagnitudo 7 Berpotensi Tsunami

 

Warga Bali menyelematkan diri keluar rumah saat gempa yang mengguncang Lombok, juga terasa hingga Bali, Minggu (5/8/2018).AFP PHOTO/SONNY TUMBELAKA Warga Bali menyelematkan diri keluar rumah saat gempa yang mengguncang Lombok, juga terasa hingga Bali, Minggu (5/8/2018).

2. Lampu mati, warga menangis dan trauma

Gempa membuat panik warga. Mereka berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

"Tadi gempanya kencang banget, sampai nangis. Lampu mati, anak-anak trauma," kata Septy, ibu rumah tangga yang tinggal di Mataram, Minggu (5/8/2018).

Gempa juga membuat listrik padam dan situasi tersebut menambah kepanikan warga. 

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X