Naskah Kuno Koleksi Radya Pustaka Jadi Bahan Penelitian Pengunjung dari Luar Negeri

Kompas.com - 03/08/2018, 22:18 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Naskah kuno tulisan tangan koleksi Museum Radya Pustaka Solo, Jawa Tengah menarik perhatian tersendiri bagi pengunjung, terutama dari luar negeri. Mereka tertarik untuk meneliti naskah kuno koleksi museum tertua di Indonesia itu.

Menurut pengelola naskah kuno Museum Radya Pustaka, Kurnia Heniwati (35) pengunjung luar negeri yang datang untuk meneliti naskah kuno berasal dari Yerusalem, Kroasia, Amerika, Jepang dan lain-lain.

"Rata-rata mereka yang datang ke sini untuk meneliti naskah kuno. Yang mereka cari tentang naskah kuno (Jawa) itu," kata Kurnia di Solo, Jawa Tengah, Jumat (3/8/2018).

Naskah kuno yang mereka teliti berbeda-beda. Mereka ada yang meneliti naskah kuno terkait pewayangan, kisah (cerita), dan ada pula yang meneliti terkait bagaimana sikap orang Jawa menangani orang yang kerusakan masuk halus.

Baca juga: Naskah Kuno Cerita Panji Didaftarkan ke UNESCO

"Pengunjung yang suka sastra dan dunia spiritual pasti datangnya ke sini (Radya Pustaka). Karena koleksi naskah kuno di sini banyak yang membahas tentang itu," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, naskah kuno koleksi museum Radya Pustaka ada sekitar 400-an naskah kuno. Naskah kuno paling tua dibuat pada tahun 1729 pada era pemerintahan Pakubuwono I. Sedang naskah kuno paling muda usianya dibuat tahun 1950-an.

Untuk menjaga naskah kuno agar tetap dalam kondisi baik dan awet, katanya suhu ruangan yang digunakan untuk menyimpan naskah tersebut dalam keadaan dingin. Sehingga AC yang dipasang di ruangan tersebut selalu dinyalakan selama 24 jam.

"Suhu ruangan untuk penyimpanan naskah kuno harus selalu dingin. Makanya AC-nya selalu kita nyalakan supaya ruangan selalu dingin," urainya.

Baca juga: Inggris Berniat Kembalikan Naskah Kuno, tetapi Indonesia Menolak

Selain menjaga suhu ruangan selalu dingin, pihaknya juga melakukan digitalisasi terhadap naskah kuno. Program ini sudah dilakukan sejak tahun 2016 khusus bagi naskah kuno yang sudah rusak. Hal ini untuk menyelamatkan naskah kuno supaya tetap awet.

Dengan demikian, pengunjung yang datang ke Museum Radya Pustaka tidak harus melihat fisik naskah kuno tersebut, akan tetapi dapat melihatnya melalui digital (komputer).

"Naskah kuno yang sudah kita digitalisasi ada sekitar ratusan lebih. Semuanya (naskah kuno) yang dikategorikan rusak dan rusak parah kita digitalisasi," tutur Kurnia.

Kompas TV Bangunan kuno atau rumah tradisional bisa jadi tujuan tempat berlibur dan wisata edukasi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.