Kompas.com - 25/03/2017, 16:18 WIB
Beberapa pelajar melihat naskah kuno cerita Panji yang dipamerkan di Monumen Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (25/3/2017). Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimBeberapa pelajar melihat naskah kuno cerita Panji yang dipamerkan di Monumen Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (25/3/2017).
|
EditorKrisiandi

KEDIRI, KOMPAS.com - Naskah mahakarya cerita Panji didaftarkan atau dinominasikan ke UNESCO agar menjadi bagian dari ingatan kolektif dunia untuk kategori naskah kuno atau Memory of The World (MoW).

"Hasil dari pendaftaran itu akan keluar pada bulan Oktober nanti," ujar Wardiman Djojonegoro selaku promotor nominasi itu saat menjadi pembicara dalam seminar Panji di gedung Monumen Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (25/3/2017).

Mantan menteri pendidikan dan Kebudayaan ini menuturkan pengajuan ke UNESCO didaftarkan sejak 2016 oleh Perpustakaan Nasional (perpusnas). Upaya ini, kata dia, sudah dirintis sejak setahun sebelumnya. 

Pada pendaftaran itu, jumlah naskah yang disertakan mencapai 76 naskah cerita. Naskah itu tertuang dalam bidang kertas maupun bidang lontar yang seluruhnya merupakan koleksi Perpusnas.

Jumlah naskah relatif banyak dan di luar kebiasaan karena lazimnya pendaftaran MoW hanya diajukan dengan satu naskah.

Upaya penggalangan dukungan nominasi juga dilakukan kepada perpustakaan negara tetangga yang turut menyimpan naskah cerita Panji, seperti Malaysia, Kamboja, Thailand, British Library, dan Universitas Leiden.

Namun pada Februari 2017, Thailand memutuskan mundur dari penandatanganan dukungan itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pendaftaran ke UNESCO, kata Wardiman, merupakan upaya penegasan kepada dunia internasional bahwa Indonesia mempunyai kreatifitas seni budaya yang tinggi.

Mahakarya cerita Panji yang berasal dari Jawa dengan nilai-nilainya itu mampu berkembang ke hampir seluruh wilayah nusantara hingga mancanegara.

Bahkan cerita itu menjadi inspirasi bagi seni lainnya seperti seni tari, seni pentas, seni wayang, maupun seni topeng.

"Ini juga sesuatu yang membanggakan bagi kita semua bangsa Indonesia. Masih banyak hal yang bisa digali dari cerita ini," ujarnya berapi-api.

Akademisi dari Universitas Indonesia sekaligus Peneliti Naskah Panji Karsono H Saputra mengungkapkan, cerita Panji secara umum merupakan kisahan yang memuat tokoh utama seorang laki-laki dan seorang perempuan.

Tokoh laki-laki itu bernama Panji Inu Kertapati yang mempunyai banyak varian nama semisal Panji Kudawanengpati.

Panji merupakan gelar bangsawan tinggi pada masa kuno. Sedangkan tokoh perempuan bernama Candrakirana. Tokoh ini juga mempunyai banyak varian nama, salah satunya Sekartaji.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X