Gempa Lombok, Empat Pelajar Meninggal Dunia

Kompas.com - 30/07/2018, 22:57 WIB
Pascagempa Lombok, Kemendikbud mendirikan kelas-kelas darurat agar kegiatan belajar mengajar dapat tetap berlangsung (30/7/2018). Dok. KemendikbudPascagempa Lombok, Kemendikbud mendirikan kelas-kelas darurat agar kegiatan belajar mengajar dapat tetap berlangsung (30/7/2018).

LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com - Tercatat empat pelajar di Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ( NTB) meninggal dunia akibat gempa bumi di Lombok, yang terjadi pada Minggu (29/7/2018).

Hal itu ditegaskan oleh Lalu Suandi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur, saat mengunjungi posko korban gempa yang terparah yakni di SDN 1 Obel-obel, Desa Obel-obel Kecamatan Sambelia, Minggu (30/07/2018).

"Menurut catatan kami, pelajar yang meninggal ada empat," kata Lalu Suandi.

Hal ini dibenarkan juga oleh Kepala Desa Obel-obel Harun Nawadi saat ditemui di posko korban yang berada di SDN 1 Obel-obel.

Baca juga: Kemendikbud Dirikan Kelas Darurat Pascagempa Lombok

Menurut Suandi di masa tanggap darurat bencana seperti saat ini pihak Dinas Pendidikan Lombok Timur tengah mengupayakan bagaimana caranya agar pembelajaran efektif tetap berlangsung seperti biasanya.

"Kami segera kordinasikan, agar bagaimana caranya setelah penangan tanggap darurat ini selesai bisa diupayakan pembelajaran efektif seperti sedia kala," kata Suandi.

Alaternatifnya, mungkin dengan mendirikan kelas-kelas darurat di rumah-rumah warga yang aman untuk ditempati.

"Karena fokus kami di masalah pendidikan jadi pihak kami sesegera mungkin untuk mengupayakan bagaimana caranya supaya aktivitas belajar bisa berjalan lagi. Entah mungkin caranya dengan mendirikan kelas-kelas darurat atau bagaimana," tegasnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Tengok Korban Gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Hal lain yang menjadi perhatiannya yakni bagaimana mengupayakan sesegera mungkin mengatasi trauma yang menimpa korban anak-anak pascagempa.

Ia berharap ada relawan-relawan yang mau mengupayakan hal tesebut untuk memulihkan psikologi anak seperti sedia kala.

"Ini penting untuk memulihkan kondisi mental korban anak-anak," katanya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X