TGB: Jangan Biarkan Mereka yang Tak Punya Otoritas Berteriak Atas Nama Islam

Kompas.com - 27/07/2018, 19:24 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) saat mengunjungi Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (12/7/2018). KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOGubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) saat mengunjungi Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

MATARAM, KOMPAS.com - Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia  Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengimbau masyarakat menjaga keutuhan umat dengan tidak membiarkan siapapun berteriak destruktif yang dapat memecah belah umat.

Hal itu disampaikan TGB dalam sambutannya pada Konferensi Internasional Moderasi Islam dengan tema Moderasi Islam dalam Persfektif Ahlussunnah Wal Jama'ah yang digelar di Masjid Habbul Wathan Islamic Center, Jumat (27/7/2018) hingga Sabtu (28/7/2018).

"Jangan kita biarkan orang-orang yang tidak memiliki otoritas yang memadai untuk bicara tentang Islam, berteriak di mana-mana mengatasnamakan Islam. Mari kita suarakan suara Al Azhar. Mari kita suarakan ahlussunnah wal jama'ah. Karena dengan suara itu, keutuhan kita sebagai bangsa dan sebagai umat akan terjaga,” jelasnya disambut tepuk tangan peserta konferensi.

Sejumlah ulama ternama dari berbagai negara yang merupakan alumni Al Azhar menghadiri konferensi internasional itu. Mereka di antaranya mantan rektor Universitas Al Azhar Prof Dr Ibrahim Hud Hud, Imam Besar Masjid Syaikh Abdul Qodir Jaelani Baghdad Irak Dr Anas Mahmud Kholaf dan Dosen Ushul Fiqh & Alumni Al Azhar Al Syarif asal Suriah Dr Muhammad Darwis.

TGB yang juga gubernur NTB juga menyoroti kondisi sejumlah negara Islam, termasuk di Suriah dan Irak.

Baca juga: PKS Minta Para Ulama Tak Gontok-gontokan Atas Sikap TGB Dukung Jokowi

Menurutnya, negara-negara itu terus berkonflik karena hilangnya moderasi Islam yang digantikan oleh pandangan-pandangan ekstrem. Hal itu kemudian menyebabkan terbelahnya umat Islam.

“Kita mendengar ada seruan seruan jihad di Suriah. Apa buah dari seruan-seruan itu? Buahnya hanya satu, kehancuran peradaban yang dibangun dari satu pondasi ke pondasi lainnya...seketika bangunan peradaban yang kokoh itu hancur lebur, karena permusuhan, kebencian dan peperangan, pelajaran yang sangat mahal," TGB.

Sebelumnya, Ibrahim Hud Hud dalam sambutannya mengatakan, Al Azhar mencetak pelajar yang mampu menghargai perbedaan dan mengusung moderasi Islam.

“Maka Al Azhar dari sejak pendidikan dasar membangun pendidikannya berdasarkan tiga pondas. Iilmu yang berkenaan dengan Al Quran dan Hadist, ilmu agama dan keduaniaan, sehingga alumni-almuni Al Azhar tidak akan pernah menjadikan ilmu agamanya berseberangan dan bertentangan dengan dunia dan akal sehat," katanya dalam bahasa Arab.

Hud Hud juga yakin bahwa Al Azhar tidak hanya mencetak para ahli di bidangnya, tetapi juga mereka memahami ilmu agama yang baik.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

Regional
Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Regional
Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X