Bisnis Sabu dan Ekstasi Asal China Dikendalikan dari Lapas Pekanbaru

Kompas.com - 27/07/2018, 16:54 WIB
Dua pengedar narkoba jaringan internasional, BY dan RN diamankan di Polres Siak, Jumat (27/7/2018). KOMPAS.com/Idon TanjungDua pengedar narkoba jaringan internasional, BY dan RN diamankan di Polres Siak, Jumat (27/7/2018).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Pengungkapan 6 kilogram sabu dan 4.926 pil ekstasi asal China di Kabupaten Siak, Riau, dikendalikan seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekanbaru.

"Setelah kasus ini kita kembangkan, barang haram ini dikendalikan napi di Lapas Pekanbaru bernama OS," ungkap Kapolres Siak, AKBP Ahmad David pada Kompas.com, Jumat (27/7/2018).

Petugas, sambung dia, terus melakukan pengembangan terhadap pelaku pengedar narkoba yang terlibat jaringan internasional tersebut.

Salah satu pelaku yang diselidiki Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Siak saat ini, adalah pelaku yang memesan 6 kilogram sabu dan 4.926 ekstasi di Pekanbaru.


Baca juga: 2 Kurir Pembawa 6 Kg Sabu dan 4.926 Pil Ekstasi Asal China Ditangkap

Barang tersebut sebelumnya ditangkap dari dua orang kurir berinisial BY (18) dan RN (36). Mereka ini membawa barang dari Bengkalis menuju Pekanbaru.

"Mereka ini jaringan internasional. Barang bukti berasal dari China yang diselundupkan melalui Malaysia lalu ke Bangkalis. Kemudian barang tersebut akan diedarkan di wilayah Pekanbaru," tutur David.

Untuk mengungkap kasus ini, petugas sudah menguntit pelaku sejak tiga minggu lalu.

"Kita berhasil menangkap dua pelaku yang membawa barang menuju Pekanbaru pada Selasa (24/7/2018). Pelaku mengaku diupah Rp10 juta apabila barang sampai ke tujuan," ucap David.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Siak AKP Herman Pelani menjelaskan, barang bukti 6 kilogram sabu dan 4.926 diselundupkan melalui pelabuhan tikus.

Baca juga: [HOAKS] Video Papua Hari Ini Tanggal 25 Juli 2018 Banyak Polisi Gugur

"Jadi dua pelaku yang kita tangkap ini, BY dan RN, mengambil barang yang sudah ditaruh pelaku lainnya di kawasan perairan Bengkalis. Kemudian mereka mengambil barang dan menuju Pekanbaru menggunakan mobil," ungkapnya.

Setelah mendapat informasi, petugas menyelidiki dan membentuk sebuah tim untuk mengungkap jaringan internasional tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Regional
Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Regional
Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Regional
Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Regional
Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Regional
Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Regional
Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Regional
Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Regional
Lepas Kendali, Mobilio 'Nyungsep' di Persimpangan Lampu Merah

Lepas Kendali, Mobilio "Nyungsep" di Persimpangan Lampu Merah

Regional
Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Regional
Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Regional
Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X