Kompas.com - 19/07/2018, 10:01 WIB
Dharmawati, Kepala Sekolah SD 037 Nunukan, menunjukkan buku dari alam yang dibuat sendiri oleh guru dan siswa dalam pameran di seminar nasional literasi kelas awal yang diselenggarakan oleh Inovasi di Universitas Borneo, Tarakan, Kaltara, Kamis (19/7/2018). KOMPAS.com/SUKOCODharmawati, Kepala Sekolah SD 037 Nunukan, menunjukkan buku dari alam yang dibuat sendiri oleh guru dan siswa dalam pameran di seminar nasional literasi kelas awal yang diselenggarakan oleh Inovasi di Universitas Borneo, Tarakan, Kaltara, Kamis (19/7/2018).

NUNUKAN, KOMPAS.com – Sekolah Dasar (SD) 037 Selumit di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) membuat sendiri buku pelajaran tiga dimensi (3D) untuk membantu mempermudah murid kelas 1,2,3 belajar membaca. 

Kepala Sekolah SD 037 Selumit Dharmawati mengatakan, buku tersebut memiliki konten lokal dengan materi pembelajaran yang disesuaikan.

"Anak-anak yang membaca (buku tersebut) merasa dekat dengan alam Kaltara karena mereka tahu apa yang dibahas, “ ujarnya, Kamis (19/07/2018).

Beberapa buku yang dibuat seperti buku tentang bunga kantong semar dan bunga busak malay. Kedua tanaman tersebut merupakan tanaman khas di Pulau Kalimantan yang kemudian mempermudah penyampaian materi pembelajaran kepada siswa.

Juga ada buku metamorfosis kupu-kupu, dimana para siswa terlibat langsung pada proses pembuatannya.

Para siswa mengambil ranting, mengambil daun dan menempelnya, sementara guru membuat cerita yang menerangkan proses metamorfosis tersebut.

Baca juga: Kampanyekan Literasi, Anggota Pramuka Ini Keliling Indonesia dengan Sepeda

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Anak anak lebih mudah memahami apa itu metamorfosis karena mereka terlibat dalam membuat buku dengan bahan yang memang ada disekitar mereka,” imbuh Dharwati.

Tak hanya itu, suasana kelas membaca juga dibuat nyaman dengan kegiatan membaca sembari bercerita. Sejumlah siswa SD 037 Selumit Kota Tarakan terlihat asyik menyimak cerita metamorphosis katak yang diterangkan oleh salah satu guru pengajar yang mengenakan celemek.

Celemek yang dikenakan bukan sembarang celemek, tapi celemek buku. Di tengah mereka tergeletak keranjang buku yang berisi buku-buku bacaan.

Menurut Dharmawati, sudah dua tahun terakhir sejak dia menjabat kegiatan bercerita ini diterapkan untuk siswa tingkat rendah, yaitu siswa kelas 1,2 dan kelas 3.

“Di 6 penjuru mata angin sekolah kami itu ada buku. Kami punya lorong baca, saung baca, lapak baca, keranjang buku, gerobak baca, kantin baca dan celemek buku, “ ujar Dharwati. 

Menciptakan taman bacaan di seluruh lingkungan sekolah menurut Dharmawati bukan hal sulit, tapi membutuhkan perubahan pola fikir dari guru, siswa dan orang tua siswa. 

Baca juga: Aiptu Suddin Kini Kerahkan Keluarganya untuk Menebar Virus Literasi

Selain ketersediaan buku, lingkungan sekolah juga harus ditata sedemikian rupa sehingga siswa merasa nyaman. Untuk penataan, pihak sekolah memanfaatkan barang bekas seperti galon, botol, talang air dan bambu sebagai media.

Setelah kenyamanan lingkungan berhasil di dicapai, dibutuhkan keteladanan dari orang tua dan guru agar siswa juga gemar membaca.

Selain mewajibkan orang tua siswa membaca, pihak sekolah juga mewajibkan guru dan staff membuat jurnal setelah 15 menit membaca buku yang diberlakukan setiap hari.

Dapat hadiah Rp 1,6 miliar

SD ini membuat buku 3 dimensi dengan konten lokal dan kegiatan bercerita sejak ikut dalam Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI).

Program kemitraan Indonesia-Australia ini difokuskan untuk meningkatkan mutu pembelajaran bidang literasi, numerasi, dan inklutif pada jenjang pendidikan dasar.

Menurut Dharmawati, berkat buku tiga dimensi berkonten lokal tersebut, prestasi nilai Bahasa Indonesia siswa SDN 037 Selumit yang dulunya tak melebihi dari rata-rata 45 saat ini telah mencapai 78.

Kemajuan tersebut membuat SD 037 Selumit dijadikan sebagi model sekolah Penguatan Pendidikan Karakter di Kota Tarakan yang menerapkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Baca juga: Budayakan Literasi, Sekolah Ini Rutin Terbitkan Buku Karya Siswanya

 

Padahal Sekolah SD 037 Selumit tersebut dulunya merupakan sekolah yang akan dimerger dengan sekolah lain karena mutu sekolah yang rendah. 

Prestasi tersebut membuat SD 037 mendapat bantuan sebesar Rp 1,6 miliar dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan untuk pembangunan ruang kelas baru. 

Dulu, seluruh ruang kelas SDN 037 Selumit berbahan kayu dan hampir roboh. Kini, dindingnya lebih kokoh.

Kompas TV Misi mulia yang diusung Ridwan Sururi bersama Luna adalah perpustakaan keliling.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.