244.000 Siswa Lulus PPDB Jawa Barat 2018 - Kompas.com

244.000 Siswa Lulus PPDB Jawa Barat 2018

Kompas.com - 14/07/2018, 11:34 WIB
Para orang tua tengah melakukan aksi protes PPDB yang dinialiainya carut marut, Aksi ketiga kalinya ini dengan harapan para siswa yang masuk mellaui jalur EKTM dapat masuk ke sekolah negeri. KOMPAS.com/AGIE PERMADI Para orang tua tengah melakukan aksi protes PPDB yang dinialiainya carut marut, Aksi ketiga kalinya ini dengan harapan para siswa yang masuk mellaui jalur EKTM dapat masuk ke sekolah negeri.

BANDUNG, KOMPAS.com - Dari 157.000 pendaftar, sebanyak 123.000 lulusan SMP dinyatakan diterima di SMA dan SMK negeri dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat 2018 melalui jalur Nilai Hasil Ujian Nasional ( NHUN). 

Sebelumnya di jalur Non NHUN, sebanyak 121.000 siswa yang diterima.

"Dengan demikian total siswa yang diterima untuk PPDB Jawa Barat 2018 sebanyak 244.000 orang," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/7/2018).

Hadadi menjelaskan, pengumuman jalur NHUN dilakukan lebih pagi dari pengumuman jalur Non NHUN. Hal itu disebabkan, dalam seleksi jalur NHUN tidak ada proses verifikasi seperti pada jalur Non NHUN. 

“Untuk jalur NHUN, setelah data diinput langsung diseleksi. Sedangkan untuk jalur Non NHUN, ada proses verifikasi dan uji kompetensi,” kata Hadadi.

Baca juga: Fraksi PKB DPRD Jabar: Pelaksanaan PPDB Harus Dievaluasi Total

Pengumuman nama-nama siswa yang diterima pada PPDB jalur NHUN dilaksanakan pada 12 Juli 2018 melalui pengumuman di sekolah dan melalui laman resmi ppdb.disdik.jabarprov.go.id. Pengumuman secara serentak dapat dilihat mulai pukul 10.00 WIB.

“Pengumuman juga lebih pagi dari sebelumnya, baik di sekolah maupun di laman resmi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PPDB Jabar 2018, Firman Adam mengatakan, siswa yang diterima dapat melakukan daftar ulang pada tanggal 13 dan 14 Juli atau setelah pengumuman dikeluarkan.

Baca juga: Ridwan Kamil Bakal Telusuri Penggunaan SKTM Palsu dalam PPDB

Ia juga menyebut, untuk jalur NHUN juga diterapkan zonasi sebagai salah satu komponen skor. Pertimbangan pemilihan sekolah yang paling dekat dengan rumah tinggal karena seleksi penerimaan untuk SMA pada jalur NHUN tetap memperhitungkan jarak antara sekolah dan rumah tinggal. 

"Pembobotan skor terdiri dari 70 persen nilai Ujian Nasional (UN) dan 30 persen jarak rumah tinggal dengan sekolah tujuan. Sedangkan untuk jenjang SMK tidak mempertimbangkan jarak, tetapi dengan memilih kompetensi keahlian yang diminati," jelasnya.

Kompas TV Pihak Dinas Pendidikan Kota Bandung sendiri tahun ini sudah menerima lebih dari 700 aduan terkait permasalahan PPDB dengan sistem zonasi.


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X