Kompas.com - 12/07/2018, 22:52 WIB
Bupati Semarang, Mundjirin (batik cokelat) didampingi Kakankemenag Kabupaten Semarang Muhdi (dua dari kiri) usai meresmikan Gedung Pelayanan Pendaftaran Haji Satu Atap (PHSA) Kabupaten Semarang, Selasa (3/7/2018). KOMPAS.com/SYAHRUL MUNIRBupati Semarang, Mundjirin (batik cokelat) didampingi Kakankemenag Kabupaten Semarang Muhdi (dua dari kiri) usai meresmikan Gedung Pelayanan Pendaftaran Haji Satu Atap (PHSA) Kabupaten Semarang, Selasa (3/7/2018).

UNGARAN, KOMPAS.com - Ketidakjelasan rencana pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Semarang kembali dipertanyakan kalangan dewan.

Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Semarang Mangsuri mengaku untuk ketigakalinya dirinya mempertanyakan perkembangan kajian yang dilakukan Pemkab Semarang terkait rencana pemindahan ibukota Kabupaten Semarang yang selama ini berada di Kota Ungaran.

"Saya sudah ketigakalinya menanyakan sejak digulirkan oleh Bupati Semarang Mundjirin akhir 2016 lalu," kata Mangsuri, Kamis (12/7/2018) siang.

Menurut Mangsuri, proses pemindahan ibukota pemerintahan pada pertengahan 2017 masih dalam kajian tim. Akan tetapi setelah satu tahun berlalu, tidak ada kabar kelanjutannya.

Padahal rencana tersebut, lanjutnya, sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 Kabupaten Semarang. Artinya RPJMD tinggal tiga tahun lagi, namun hingga kini belum ada kepastian dari Pemkab Semarang.

Baca juga: Takut Wilayahnya Dicaplok Salatiga, Kabupaten Semarang Pindahkan Ibu Kota

Masyarakat Kabupaten Semarang bertanya-tanya tentang keseriusan Pemkab Semarang terkait pindah ibukota tersebut.

"Kami kerap kebingungan saat bertemu masyarakat, karena satu hal yang ditanyakan adalah tentang rencana pemindahan ibu kota. Kami tidak bisa menjawabnya, karena kami memang belum tahu," ucapnya.

Mangsuri menambahkan, jika suatu program masuk dalam RPJMD maka hal itu butuh proses, kendati kajian tersebut dinyatakan selesai.

"Perlu sosialisasi kepada masyarakat, lahannya bagaimana, hingga kemudian masuk ke tahap pembangunannya. Jika semjua lancar, paling cepat 2 tahun setelah hasul kajian terbit itu akan selesai," tuturnya.

Politisi asal Partai Hanura ini berharap Pemkab Semarang serius dalam melaksanakan rencana pemindahan ibukota tersebut. Jangan sampai rencana itu hanya sebatas program tanpa realisasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X