Klaim 20.000 Pendukung Tak Masuk DPT, Saksi Paslon Petahana Lapor Bawaslu

Kompas.com - 11/07/2018, 11:07 WIB
Ratu Wulla Talu (kiri baju putih sedang mengangkat tangan kanan), saksi pasangan calon petahana Markus Dairo Talu-Gerson Tanggu Dendo, membeberkan sejumlah pelanggaran pilkada di Kabupaten Sumba Barat Daya di sidang pleno KPU, Minggu (8/7/2018)KOMPAS.com/Sigiranus Marutho Bere Ratu Wulla Talu (kiri baju putih sedang mengangkat tangan kanan), saksi pasangan calon petahana Markus Dairo Talu-Gerson Tanggu Dendo, membeberkan sejumlah pelanggaran pilkada di Kabupaten Sumba Barat Daya di sidang pleno KPU, Minggu (8/7/2018)

TAMBOLAKA, KOMPAS.com - Dua orang saksi pasangan calon bupati petahana Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Markus Dairo Talu (MDT)-Gerson Tanggu Dendo (GTD), melapor ke Bawaslu NTT terkait adanya sejumlah pelanggaran dalam pilkada di wilayah tersebut.

Ratu Wula Talu dan Ananias Bulu, dua orang saksi pasangan calon petahana MDT-GTD, secara bergantian mengatakan, pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu, yakni adanya surat pernyataan lalai oleh ketua PPP Kecamatan Kodi bersama PPS dan KPPS.

"Kami sudah laporkan ke Bawaslu NTT, soal adanya surat pernyataan kelalain petugas PPPK. Kami juga menyerahkan sejumlah data pelanggaran beserta dokumen lengkap disertai dengan video," tegas Ratu kepada Kompas.com, Selasa (10/7/2018).

Menurut Ratu, pleno PPK di Kecamatan Kodi diwarnai dengan berbagai temuan pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan masif.

"Salah satu bukti yang kami punyai yakni surat pernyataan lalai oleh ketua PPK, Kecamatan Kodi bersama PPS dan KPPS. Pihak berwajib dalam hal ini Panwaslu dan Bawaslu harus segera menindak sesuai regulasi peraturan KPU," ucap Ratu.

Dalam surat pernyataan itu, lanjut Ratu, tertulis dua poin, yakni KPPS di TPS III Desa Wura Homba, Kecamatan Kodi, telah lalai dalam mengisi C KWK, untuk daftar pemilih tetap dalam penggunaan hak pilih.

"Kemudian pada poin kedua, KPPS telah lalai mendata pemilih C7 KWK, sehingga tidak sama dengan jumlah pengguna hak pilih C7 KWK 227 dan pengguna hak pilih 267," ungkap Ratu.

Baca juga: Saksi Paslon Petahana Tuntut PSU di 2 Kecamatan di Pilkada Sumba Barat Daya

Ananias Bulu melanjutkan, surat penyataan itu dibuat setelah pihaknya sebagai saksi meminta dengan tegas untuk memberlakukan pleno sesuai Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2018, mengenai tata cara dan mekanisme pleno perekapan.

Ananias menyebut, di Kecamatan Kodi Utara dan Kodi, diduga terjadi pelanggaran sistematis dan masif, karena perangkat pelaksana pemilu bersepakat untuk tidak mengikuti peraturan KPU Nomor 9 tahun 2018.

Ananias menduga, perangkat pemilu di dua kecamatan itu mengalami tekanan fisik dan verbal.

"Kami minta ke Bawaslu untuk diproses masalah ini hingga tuntas. Kami juga minta PPK, KPPS, dan Panwas Kecamatan untuk kembali meluruskan persoalan ini," tegasnya.

Menurut Ananias, sekitar 20.000 pendukung pasangan calon petahana yang tersebar merata di semua kecamatan tidak terakomodasi dalam daftar pemilih tetap (DPT)

Dianggap selesai

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X