Pabrik Kereta Api Senilai Rp 1,6 Triliun Segera Dibangun di Banyuwangi

Kompas.com - 02/07/2018, 10:08 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno saat berkunjung ke Banyuwangi Minggu (1/7/2018). Humas Pemkab Banyuwangi Menteri BUMN Rini Soemarno saat berkunjung ke Banyuwangi Minggu (1/7/2018).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - PT Inka akan membangun pabrik kereta api di Kabupaten Banyuwangi dengan nilai investasi Rp 1,6 triliun.

Pabrik tersebut akan dibangun di atas 84 hektar lahan milik PTPN XII di Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro.

Proses pembangunan tahap pertama direncanakan dimulai akhir 2018 dan ditargetkan beroperasi 2020.

"Pabrik kereta api milik Inka di Madiun lahannya sudah sempit sementara pemesanan kereta api dalam negeri terus meningkat sehingga kita butuh pabrik baru dan diputuskan diibangun di Banyuwangi," jelas Menteri BUMN Rini Soemarno di Banyuwangi, Minggu (1/7/2018).

Baca juga: Per 1 Juli 2018, Kereta Bersubsidi Alami Penyesuaian Tarif

Rini menjelaskan, PT Inka mengekspor kereta api ke beberapa negara antara lain Filipina, Malaysia, Bangladesh, Singapura, dan Australia.

"Kita juga sedang bernegosiasi dengan Thailand terkait pembelian kereta api. Semoga dengan pabrik kedua ini, PT Inka bisa mendominasi pasar di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika" tambah Rini.

Lokasi pabrik kedua PT Inka di Banyuwangi berada dekat Pelabuhan Tanjungwangi sehingga mendukung perusahaan dalam proses pengiriman produk jadi melalui laut, baik untuk ekspor maupun untuk kebutuhan dalam negeri di luar Pulau Jawa.

"Selain itu juga berada dalam jalur tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) yang dijadwalkan selesai akhir 2019 mendatang. Pintu keluar tol masuk di lahan pabrik," kata Rini.

Sementara itu, Mohamad Nur Sodiq, Direktur Keuangan dan SDM PT Inka mengaku perusahaannya tengah menyelesaikan proses perizinan dan rancang bangun pabrik.

Baca juga: Menteri Rini Ingin PT Inka Mendunia

Rencananya, pabrik modern ini akan digunakan untuk memproduksi sarana kereta api berbasis alumunium dan stainless steel.

"Pengurusan pelepasan aset dalam progres. Di BPN, lagi diurus. Switch dari Hak Guna Usaha (HGU) ke Hak Guna Bangunan (HGB). Kami juga urus-urus perizinan di pemkab. Pemkab Banyuwangi sangat support kami dalam masalah perizinan ini," kata Sodiq.

Sodiq menjelaskan, pabrik kereta di Banyuwangi diproyeksikan memiliki 4 line. Kapasitasnya, 1 car/day/line.

Jadi, kalau pembangunan sudah selesai semua, sehari bisa memproduksi 5-6 kereta per hari.

"Pabrik ini juga akan dilengkapi test track sepanjang 3 km. Ini sangat cukup untuk pengujian semua jenis kereta yang kita buat," pungkas Sodiq. 



Close Ads X