Bawaslu Temukan Anak di Bawah Umur Ikut Mencoblos di Pilkada NTT

Kompas.com - 29/06/2018, 12:48 WIB
Pilkada Nusa Tenggara Timur diikuti empat pasangan calon yakni pasangan pertama, Esthon Leyloh Foenay dan Christian Rotok yang diusung Gerindra dan PAN. Pasangan kedua, Benny Kabur Harman dan Benny Alexander Litelnoni yang diusung Demokrat, PKPI dan PKS. Pasangan ketiga, Marianus Sae dan Emelia Julia Nomleni yang diusung PDI Perjuangan dan PKB. Pasangan terakhir, Victor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi yang diusung Golkar, Nasdem dan Hanura. TRIBUNNEWS/KOMPAS.COM/ANTARA FOTOPilkada Nusa Tenggara Timur diikuti empat pasangan calon yakni pasangan pertama, Esthon Leyloh Foenay dan Christian Rotok yang diusung Gerindra dan PAN. Pasangan kedua, Benny Kabur Harman dan Benny Alexander Litelnoni yang diusung Demokrat, PKPI dan PKS. Pasangan ketiga, Marianus Sae dan Emelia Julia Nomleni yang diusung PDI Perjuangan dan PKB. Pasangan terakhir, Victor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi yang diusung Golkar, Nasdem dan Hanura.

KUPANG, KOMPAS.com - Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Nusa Tenggara Timur (NTT), Jemris Fointuna mengatakan, di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pihaknya menemukan anak di bawah umur ikut mencoblos dalam Pemilihan Pilkada NTT, Rabu (27/6/2018).

"Kita dapat laporan dari Panwas Kabupaten TTU bahwa ada pelanggaran pemilu di TPS 03, Desa Nunmafo, Kecamatan Insana. Ada pemilih berinisial AN yang ikut mencoblos dalam Pilgub kemarin," ungkap Jemris kepada Kompas.com, Jumat (29/6/2018) pagi.

Menurut Jemris, temuan itu karena pihak KPPS melakukan kesalahan saat mendistribusikan format C6 kepada para pemilih di desa tersebut.

Petugas KPPS, lanjut Jemris, malah memberikan C6 kepada anak di bawah umur, karena nama anak tersebut sama persis dengan warga yang semestinya menggunakan hak suaranya.

"Temuan itu masih dibahas di Sentra Gakumdu, apakah unsur pidananya terpenuhi atau tidak," ucapnya.

Baca juga: Real Count KPU Pilkada NTT, Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi Unggul Sementara

Sementara itu, hasil Pemilihan Gubernur NTT hingga Kamis (28/6/2018) pagi pada pukul 9.00 Wita, pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Adreanus Nae Soi masih mengungguli tiga pasangan calon lainnya.

Berdasarkan data dari KPU NTT, jumlah suara yang masuk baru mencapai 43,05 persen atau baru 4.164 dari 9.672 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di NTT.

Dari hasil itu, pasangan nomor Viktor dan Josef yang diusung Partai Nasdem, Golkar, Hanura dan PPP, unggul dengan perolehan 34,64 persen suara.

Disusul pasangan nomor urut 2 Marianus Sae-Emelia Julia Nomleni yang diusung PDI-P dan PKB dengan perolehan suara 24,70 persen.

Baca juga: Unggul Quick Count Pilkada NTT, Viktor Laiskodat Minta Pendukung Tak Euforia Berlebih

Selanjutnya pasangan nomor urut 1 Esthon Leyloh Foenay-Christian Rotok, yang diusung Gerindra dan PAN, meraih suara 21,12 persen.

Kemudian yang terakhir pasangan nomor urut 3 Benediktus Kabur Harman-Benny Alexander Litelnoni, yang diusung Demokrat, PKS dan PKPI, mendapat suara 19,55 persen.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cek Kesehatan Calon Kepala Daerah Bangka Belitung Kini Tak Lagi di Jakarta

Cek Kesehatan Calon Kepala Daerah Bangka Belitung Kini Tak Lagi di Jakarta

Regional
Bupati Probolinggo Tak Larang Warga Gelar Lomba Saat 17 Agustus, Ini Syaratnya

Bupati Probolinggo Tak Larang Warga Gelar Lomba Saat 17 Agustus, Ini Syaratnya

Regional
'Korban dan Buaya Sempat Muncul ke Permukaan Air, Lalu Masuk Kembali dan Menghilang'

"Korban dan Buaya Sempat Muncul ke Permukaan Air, Lalu Masuk Kembali dan Menghilang"

Regional
Kebakaran Lahan di Ogan Ilir Kian Meluas, Drone Dikerahkan Awasi Pelaku Pembakaran

Kebakaran Lahan di Ogan Ilir Kian Meluas, Drone Dikerahkan Awasi Pelaku Pembakaran

Regional
Mendagri Tito: Petahana yang Tak Serius Tangani Covid-19 Tidak Usah Dipilih

Mendagri Tito: Petahana yang Tak Serius Tangani Covid-19 Tidak Usah Dipilih

Regional
Perjalanan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik, Ditangkap Tanpa Perlawanan di Kampung Halaman

Perjalanan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik, Ditangkap Tanpa Perlawanan di Kampung Halaman

Regional
Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik Ngaku sejak Kecil Tertarik Lihat Orang Dibungkus Selimut

Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik Ngaku sejak Kecil Tertarik Lihat Orang Dibungkus Selimut

Regional
Cerita Indriana Kebal Diejek karena Tinggal di Kandang Ayam, Ingin Sekolah dan Belikan Ibu Rumah

Cerita Indriana Kebal Diejek karena Tinggal di Kandang Ayam, Ingin Sekolah dan Belikan Ibu Rumah

Regional
2 Oknum Polisi Pengedar Narkoba Ditembak karena Melawan Saat Ditangkap

2 Oknum Polisi Pengedar Narkoba Ditembak karena Melawan Saat Ditangkap

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Haru Siswi SMK Tinggal di Bekas Kandang Ayam | Kesaksian Ibu Kehilangan Bayi di Rumah Sakit

[POPULER NUSANTARA] Cerita Haru Siswi SMK Tinggal di Bekas Kandang Ayam | Kesaksian Ibu Kehilangan Bayi di Rumah Sakit

Regional
Cerita Nurul, Ibu Hamil yang Didorong Begal hingga Jatuh dari Motor

Cerita Nurul, Ibu Hamil yang Didorong Begal hingga Jatuh dari Motor

Regional
Saat Buronan Narkoba Dilindungi, Petugas BNNK Dipukuli dan Mobil Digulingkan Secara Anarki

Saat Buronan Narkoba Dilindungi, Petugas BNNK Dipukuli dan Mobil Digulingkan Secara Anarki

Regional
Ini Penyebab Sopir Ambulans Mengantar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Ini Penyebab Sopir Ambulans Mengantar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Guru Ngaji Diduga Cabuli Muridnya, Polisi: Masih Didalami karena Tidak Ada Saksi

Guru Ngaji Diduga Cabuli Muridnya, Polisi: Masih Didalami karena Tidak Ada Saksi

Regional
Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X