Server KPU Pusat "Down", Pengumuman Real Count Pilkada Garut Tertunda

Kompas.com - 28/06/2018, 22:59 WIB
Ketua KPU Garut Hilwan Fanaqi (kaus putih) bersama Kapolres, Dandim, dan Panwaslu Garut menggelar jumpa pers terkait penyelenggaraan Pilkada Garut, Kamis (28/6/2018). KOMPAS.com/ARI MAULANA KARANGKetua KPU Garut Hilwan Fanaqi (kaus putih) bersama Kapolres, Dandim, dan Panwaslu Garut menggelar jumpa pers terkait penyelenggaraan Pilkada Garut, Kamis (28/6/2018).

GARUT, KOMPAS.com - KPU Garut membatalkan pengumuman penghitungan real count Pilkada Garut karena  server penghitungan suara di KPU pusat down.

Padahal tadinya, pengumuman direncanakan Kamis (28/6/2018). Namun down-nya server KPU pusat membuat input data yang dilakukan KPU Garut tertunda. 

"Pada pukul 20.00, data yang sudah dientry dan masuk ke KPU pusat 80,5 persen," ujar Ketua KPU Garut Hilwan Fanaqi, Kamis (28/6/2017) pukul 22.00 WIB.

"Hanya ada kejadian di luar kekuasaan dan kemampuan, server KPU RI yang digunakan untuk proses hitung down, tidak bisa digunakan sampai batas waktu yang tidak ditentukan," tambahnya.

Baca juga: Dikiranya Kopi, Petugas TPS Minum Tinta Pemilu

KPU Garut, sambung Hilwan, merencanakan pengumuman hasil real count pada pukul 22.00 WIB dihadiri Kapolres Garut dan Dandim 0611 Garut. Namun, pengumuman terpaksa dibatalkan.

"Kami mohon maaf karena sampai saat ini belum bisa menyelesaikan entry data real count," jelas Hilwan.

Hilwan menyampaikan, dari konfirmasi yang didapat dari KPU pusat, macetnya input data di server KPU pusat terjadi karena tingginya traffic yang mengakses website KPU.

Hal ini terjadi karena banyak daerah juga melakukan input data hasil pemilihan.

Hilwan mengaku akan menginput data dan langsung mengumumkan hasil real count begitu server KPU bisa menerima input data dan proses penghitungan hasil Pilkada Garut selesai.

"Jam berapapun selesai entry, kita akan langsung sampaikan," tegasnya.

Baca juga: Imbas OTT KPK, Ganjar-Taj Yasin Tumbang di Purbalingga

Hilwan menceritakan, down-nya server KPU diketahui sekitar pukul 20.00 malam saat proses input data sudah mencapai 80,5 persen.

Saat itu, operator sudah melakukan input data sebanyak 3.082 TPS.

"Ada sisa 917 TPS yang belum diinput datanya, saat itu saya tanya operator mereka siap menyelesaikan dalam satu jam, ternyata server-nya down," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Regional
Aniaya Petugas Kebersihan, 4 Pemuda Mabuk Ditangkap

Aniaya Petugas Kebersihan, 4 Pemuda Mabuk Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X