Kompas.com - 22/06/2018, 13:31 WIB
Dedi Mulyadi saat menemui Mak Oomndi Cihaurbeuti, Ciamis, Jawa Barat, Jumat (20/4/2018) KOMPAS.con/ IRWAN NUGRAHADedi Mulyadi saat menemui Mak Oomndi Cihaurbeuti, Ciamis, Jawa Barat, Jumat (20/4/2018)

BANDUNG, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku telah mengetahui siapa pelaku yang menyebarkan kampanye hitam terhadap pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi) di media sosial selama ini.

Seperti salah satu kampanye hitam video dukun palsu yang belakangan ini terungkap bahwa pemerannya dibayar Rp 200.000 oleh salah satu tim pesaingnya di Pilkada Jabar.

"Saya jadi aneh, saya posisi calon wakil (di Pilgub Jabar), tapi serangan kampanye hitam ke saya luar biasa. Saya mah orang kampung yang menghadapi orang kota. Jadi baru tahu (orang kota) menyerangnya seperti ini pakai medsos," jelas Dedi kepada Kompas.com, Jumat (22/6/2018).

Dedi pun mengaku heran alasan dirinya menjadi target kampanye hitam selama proses pencalonannya di Pilgub Jabar.

Menurut Dedi, beberapa postingan kampanye hitam yang disebarkan pertama kali di media sosial ternyata dilakukan oleh orang yang sama. Orang itu secara terus menerus dengan interval waktu berbeda menyebar berita boaks dan memfitnah dirinya dalam sebuah akun milik pelaku.

"Saya sudah memahami dan saya pikir ini ada satu sistem yang dibuat untuk kepentingan politik. Sebetulnya saya populernya dari mana kok bisa kadi target serangan seperti ini, saya mah hanya orang kampung," tambah dia.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Saya Sudah Terbiasa Menghadapi Black Campaign

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dedi mengaku merasa aneh, pelaku yang sama juga menyebarkan kembali video sekelompok orang yang mengaku ulama datang ke DPP Golkar menolak surat rekomendasi pencalonannya. Padahal peristiwa itu terjadi tahun lalu dan videonya kini disebar kembali.

Setelah ditelusuri, kata Dedi, ternyata orang yang mengaku ulama itu adalah kader salah satu partai asal Purwakarta yang pernah mencalonkan legislatif Provinsi Jabar tapi tak terpilih.

"Saya melihat ada hal yang aneh partai lain protes ke Partai Golkar dan disebarkan kembali sekarang oleh orang tersebut," kata Dedi.

"Tapi mudah-mudahan ini menjadi obat dan energi untuk terus berjuang. Saya hanya ingin dan meminta kepada orang seperti itu jangan sampai melakukan hal yang bisa mencederai proses demokrasi," tambah dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.