Seorang PNS Diringkus Polisi karena Terlibat Percaloan Pegawai Bodong

Kompas.com - 23/05/2018, 15:44 WIB
‎SLY, K‎asubbag TU UPT Terminal Parkir di Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora diperiksa di Mapolres Blora, Jateng, Rabu (23/5/2018). KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO‎SLY, K‎asubbag TU UPT Terminal Parkir di Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora diperiksa di Mapolres Blora, Jateng, Rabu (23/5/2018).

BLORA, KOMPAS.com - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil ( PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diringkus aparat Satreskrim Polres Blora pada Rabu (23/5/2018). 

SLY, Kasubbag TU UPT Terminal Parkir di Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora itu ditangkap karena terlibat kasus penipuan praktik percaloan calon tenaga kontrak dan calon Aparatur Sipil Negara (ASN).

Warga Kecamatan Japah, Blora tersebut berdalih bisa meloloskan seseorang bekerja menjadi honorer maupun ASN. 

"Benar kemarin kami tangkap SLY di kantornya. Statusnya tersangka dan kami tahan," kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo kepada Kompas.com, Rabu (23/5/2018).


Baca juga: Inilah Kasus Ujaran Kebencian yang Melibatkan PNS dan Pegawai BUMN

Dijelaskan Heri, SLY menjanjikan kepada para korbannya bakal diterima bekerja sebagai PNS tanpa melalui prosedur tes secara umum.

SLY pun meminta sejumlah uang kepada para korban dengan alasan sebagai syarat untuk memuluskan upaya lobinya.

"Kami masih kembangkan kasus ini, bisa juga ada tersangka lain. Korban yang melapor telah tertipu dengan sepak terjang SLY ada 6 orang. Para korban telah menyerahkan uang Rp 35 juta hingga Rp 50 juta kepada SLY," ungkap Heri.

Informasi penangkapan SLY oleh tim Satreskrim Polres Blora juga dibenarkan Kepala Dinas Dinrumkimhub Blora Samsul Arief. Menurutnya, penjemputan SLY di kantornya telah sesuai dengan prosedur hukum yang jelas.

"Benar, kemarin SLY dijemput dan diamankan oleh polisi, kurang lebih jam 11.50 WIB. Sprindiknya dibacakan oleh penyidik terkait kasus penipuan praktik percaloan tenaga honorer maupun PNS. Saya sesalkan praktik penipuan ini dilakukan oknum pegawai saya. Parahnya lagi, korban berasal dari masyarakat yang kondisi ekonominya sulit," ujar Samsul.

Baca juga: PNS yang Sebut Bom Surabaya Rekayasa Diberhentikan Sementara dari Jabatannya

Menurut Samsul, sudah ada puluhan korban yang telah berupaya mengadukan hal tersebut kepada pihaknya.

"Sudah ada puluhan yang melapor ke kami. Para korban yang datang ke sini rata-rata sudah menyerahkan Rp 25 juta, Rp 30 juta dan Rp 50 juta," ungkap Samsul.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X