Jelang Ramadhan, Harga Elpiji 3 Kg di Pedalaman Nunukan Rp 50.000

Kompas.com - 11/05/2018, 20:36 WIB
Warga Nunukan antri membeli Elpjji 3 kilogram di salah satu pangkalan di Nunukan, Jumat (11/5/2018).  Cuaca buruk membuat pengiriman Elpiji seret sehingga harga di tingkat pengecer mencapai Rp 50.000. KOMPAS.com/SUKOCOWarga Nunukan antri membeli Elpjji 3 kilogram di salah satu pangkalan di Nunukan, Jumat (11/5/2018). Cuaca buruk membuat pengiriman Elpiji seret sehingga harga di tingkat pengecer mencapai Rp 50.000.

NUNUKAN, KOMPAS.com – Harga Elpiji 3 kilogram (kg) di tingkat pengecer di Kabupaten Nunukan meningkat antara Rp 25.000 di perkotaan hingga Rp 50.000 di pedalaman menjelang Ramadhan.

Padahal, harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah daerah yakni Rp 16.500 per tabung. 

Hal ini dipaparkan oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Nunukan Hasan Basri Mursali di Nunukan, Jumat (11/5/2018).

Menurut dia, ada sejumlah hal yang membuat harga Elpiji 3 kg atau tabung gas melon tersebut mengalami kenaikan signifikan.

Baca juga: Polres Palopo Sita 601 Tabung Elpiji 3 Kg Tanpa Dokumen

 

Sebab pertama, kenaikan harga Elpiji 3 kg atau sering disebut tabung gas melon di tingkat pengecer disebabkan kendala pengiriman akibat cuaca buruk.

Kabupaten Nunukan sendiri mendapat kuota pengiriman Elpiji 3 kg sebanyak 46.420 tabung setiap bulan dari Pertamina.

Untuk penyaluran tabung gas melon tersebut, Pertamina menunjuk tiga agen resmi yang diwajibkan mengambil kuota mereka seminggu sekali di Kota Tarakan.

Namun seringnya kendala cuaca di laut membuat agen resmi tersebut kesulitan mengambil kuota mereka di Kota Tarakan. 

Baca juga: Pertamina Prediksi Elpiji 3 Kg Bakal Kembali Melebihi Kuota Subsidi

 

Sebab kedua, pihaknya juga memperkirakan ada oknum yang bermain di tingkat pengecer. Padahal sebelumnya pemerintah daerah telah memperketat pengawasan ke agen dengan memberlakukan aturan pembelian maksimal 2 tabung gas per warga per minggu.

Para engecer diduga mendapat Elpiji dari pangkalan dengan cara membawa keluarga mereka mengantri ke panmgkalan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Regional
Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno 'Wong Kalang' di Hutan Blora

Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno "Wong Kalang" di Hutan Blora

Regional
Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Regional
Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Regional
2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X