Kompas.com - 11/05/2018, 15:58 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Menteri Sosial Idrus Marham, menyebutkan jumlah dana penerimaan Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2019 akan berubah.

"Kalau selama ini PKH keluarga menerima per tahunnya total Rp 1.890.000. Jumlahnya sama. Nah untuk 2019 akan diubah berdasarkan beban dan tanggung jawab pada penerima," jelasnya di Bengkulu, Jumat (11/5/2018).

Idrus menjelaskan, skema ini dibuat setelah melakukan evaluasi PKH yang berlangsung selama ini.

"Jadi penerima di 2019 akan berbeda jumlahnya, sesuai dengan beban dan tanggung jawab. Jadi, kalau ada dalam satu keluarga ibu hamil, punya anak sekolah, ada manula, dan disabilitas tentu jumlah yang akan diberikan tentu besar," bebernya.

Baca juga : Mensos Idrus Marham Janji Cepat Tanggap Bencana Letusan Freatik Merapi

Mensos sempat berseloroh di hadapan ratusan penerima PKH di Provinsi Bengkulu.

"Jangan pula mentang-mentang sudah mendengar ini, dari sini ibu-ibu pulang lalu minta ayahnya buat anak lagi biar PKH yang diterima lebih besar ya," ujarnya diiringi tawa ratusan peserta.

Indeks penerima PKH di 2019, sambung Idrus, akan ditambah. Namun penambahan untuk menstimulasi agar warga penerima bisa mandiri, kebutuhan pendidikan anak-anak terpenuhi.

Dirjen Perlindungan Jaminan Sosial, Heri Hikmat, dalam kesempatan yang sama menyebut, jumlah PKH yang digelontorkan ke Provinsi Bengkulu sebesar Rp 174,6 miliar.

Adapun penerimanya 92.239 keluarga dengan melibatkan 54 pendamping.

Baca juga : Takut Ditegur, Idrus Marham Enggan Berkomentar soal Eksekusi Novanto

Selanjutnya, program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp 17,27 miliar di Kota Bengkulu dan Rp 21,465 miliar di Kabupaten Rejang Lebong.

Secara nasional, Kementerian Sosial telah menyalurkan bansos PKH tahap pertama tahun 2018 sebesar Rp 4,9 triliun untuk 9,8 juta KPM.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,7 juta KPM atau 92,35 persen, sudah mengambil uangnya dari rekening melalui bank HIMBARA.

"Berarti masih ada sekitar 6 persen yang belum mencairkan bansosnya. Untuk yang belum mengambil dananya, ada berbagai alasan, antara lain mulai mengenal perbankan dan menyimpan sebagian uangnya tetap di bank untuk ditabung," pungkasnya. 

Kompas TV Sejumlah politisi Golkar terlihat mendatangi pengadilan tipikor untuk mengikuti sidang pembacaan tuntutan terdakwa kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Regional
Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.