"Dulu Dapat Rp 100.000 Sehari, Ada Angkutan Online Jadi Rp 40.000"

Kompas.com - 08/05/2018, 14:50 WIB
Sejumlah sopir angkutan umum tengah melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. KOMPAS.com/AGIE PERMADISejumlah sopir angkutan umum tengah melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com - Asep Solihin, Bendahara II Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) menyebut, hingga kini Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tak kunjung terealisasi.

Padahal, "Kuota kendaraan online ini overload melebihi Pergub Jabar. Kuota online itu ada 7.000 sekian," kata Asep di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (8/5/2018).

Menurutnya, akibat tidak direalisasikannya Permenhub No 108, pendapatan para sopir angkutan umum, turun drastis.

Baca juga : Hari Ini, 1.500 Sopir Angkot Demo di Kantor Gubernur Jawa Barat

 

"Sebelum ada angkutan online, pendapatan kami cukup untuk keluarga, bersihnya bisa Rp 100.000 sehari. Sekarang untuk menutupi sehari-hari saja kurang. Paling di bawah Rp 40.000 sehari, itu bersih," jelasnya.

"Ini semua online di sini tidak ada aturannya. Kedua mereka belum mengikuti UU badan hukum tersendiri, kami tiada lain agar pemangku kebijakan mengambil sikap supaya kita ini adil," imbuhnya.

Berdasarkan keterangan tertulis yang didapatkan Kompas.com, sebelumnya pada tanggal 10 Oktober 2017, telah diagendakan hari aksi bersama seluruh moda transportasi konvensional.

Namun rencana itu dibatalkan karena mendapatkan kesempatan beraudiensi dengan pihak Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan pada 6 Oktober 2017.

Dalam audiensi tersebut hadir sejumlah kepala Dinas Perhubungan Jabar, Kabupaten Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kapolrestabes Bandung, Ketua WAAT, Ketua DPD Organda Jabar, hingga Kepala Dinas Kominfo Jabar.

Baca juga : Angkot Ber-AC, Cara Yudi Bersaing dengan Taksi Online...

Alhasil, muncul kesepakatan akan mengakomodir tuntutan dari pihak WAAT Jabar, taksi konvensional, angkutan kota, dan elf tentang angkutan sewa khusus tidak dalam trayek untuk diatur ulang, hingga lahirlah Permenhub Nomor 108.

Dirjen Perhubungan RI, menurut keterangan tertulis tersebut, menjanjikan akan memberlakukan Permenhub tersebut setelah masa transisi selama tiga bulan.

"Tetapi hal tersebut tidak terealisasikan seperti janji beliau terkait penegakan hukum, setelah masa transisi tiga bulan. Beliau malah menurunkan penangguhan penegakan hukum terkait Permen 108 ini," kata Herman, Ketua WAAT Jabar.

Menurutnya, hingga kini WAAT Jabar tidak mendapatkan kepastian hukum perihal Permenhub tersebut.

"Maka dengan itu, WAAT Jabar mengambil sikap untuk kembali meminta pertanggung jawaban Gubernur Jabar terkait apa yang dijanjikan. Yaitu pemberlakuan Permenhub 108," jelasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mantan Pacar Disekap Sepekan, Dijemput Usai Kerja, Korban Kirim Petunjuk Lokasi

Detik-detik Mantan Pacar Disekap Sepekan, Dijemput Usai Kerja, Korban Kirim Petunjuk Lokasi

Regional
Derita Mbah Khotimah, Uang Hasil Jualan Dibawa Kabur, Korban Diturunkan di Jalan

Derita Mbah Khotimah, Uang Hasil Jualan Dibawa Kabur, Korban Diturunkan di Jalan

Regional
Baru 2 RS Rujukan Covid-19 di Maluku yang Terima Insentif Tenaga Medis

Baru 2 RS Rujukan Covid-19 di Maluku yang Terima Insentif Tenaga Medis

Regional
Klaster Sekolah Muncul di Rembang, Berawal dari Guru yang Jadi Petugas Pemilu

Klaster Sekolah Muncul di Rembang, Berawal dari Guru yang Jadi Petugas Pemilu

Regional
Tolak Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Gelar Aksi di Simpang Tiga Gejayan

Tolak Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Gelar Aksi di Simpang Tiga Gejayan

Regional
Muncul Klaster Sekolah, Pemprov Jateng Diminta Setop KBM Tatap Muka

Muncul Klaster Sekolah, Pemprov Jateng Diminta Setop KBM Tatap Muka

Regional
Polisi Tangkap 5 Terduga Teroris di Kampar, Riau

Polisi Tangkap 5 Terduga Teroris di Kampar, Riau

Regional
Pacaran 5 Tahun dan Tak Direstui, Mantan Kekasih Disekap Sepekan, Korban Sempat Kirim Petunjuk Lokasi

Pacaran 5 Tahun dan Tak Direstui, Mantan Kekasih Disekap Sepekan, Korban Sempat Kirim Petunjuk Lokasi

Regional
Dedi Mulyadi Selamatkan 2 Bocah Usia SD yang Kerap Isap Lem

Dedi Mulyadi Selamatkan 2 Bocah Usia SD yang Kerap Isap Lem

Regional
'Jangankan Corona, Polisi Pun Saya Makan'

"Jangankan Corona, Polisi Pun Saya Makan"

Regional
Satu Nelayan di Makassar Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Perobekan Uang

Satu Nelayan di Makassar Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Perobekan Uang

Regional
Pria yang Ngamuk di Kantor Polisi Sambil Bawa Senjata Tajam Diduga Stres

Pria yang Ngamuk di Kantor Polisi Sambil Bawa Senjata Tajam Diduga Stres

Regional
PAN Resmi Usung Ananda-Mushaffa Zakir di Pilkada Banjarmasin 2020

PAN Resmi Usung Ananda-Mushaffa Zakir di Pilkada Banjarmasin 2020

Regional
Langgar Protokol Kesehatan di Denpasar, Siap-siap Bayar Denda hingga Rp 100.000

Langgar Protokol Kesehatan di Denpasar, Siap-siap Bayar Denda hingga Rp 100.000

Regional
Seekor Pesut Ditemukan Mati di Sungai Mahakam, Diduga Terjerat Jaring Nelayan

Seekor Pesut Ditemukan Mati di Sungai Mahakam, Diduga Terjerat Jaring Nelayan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X