Kronologi Tewasnya Poro Duka dalam Bentrokan Warga dan Polisi di Sumba Barat

Kompas.com - 29/04/2018, 15:15 WIB
Sebanyak 131 personel gabungan dari Polres Sumba Barat, Brimob Polda NTT, dan Raimas Polda NTT, serta dari Kodim 1613 Sumba Barat dihadang dan diserang serta dilempari batu oleh warga. HandoutSebanyak 131 personel gabungan dari Polres Sumba Barat, Brimob Polda NTT, dan Raimas Polda NTT, serta dari Kodim 1613 Sumba Barat dihadang dan diserang serta dilempari batu oleh warga.


WAIKABUBAK, KOMPAS.com - Bentrokan yang terjadi antara anggota Kepolisian Resor Sumba Barat dengan warga Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur ( NTT), menyebabkan seorang warga bernama Poro Duka meninggal dunia.

Tewasnya Poro Duka membuat pihak keluarga meminta polisi bertanggung jawab penuh atas insiden itu.

Petrus Lolu selaku juru bicara keluarga Poro Duka mengatakan, kejadian itu bermula ketika pada tanggal 25 April 2018 rombongan PT Sutra Marosi Kharisma bersama pihak Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Sumba Barat, anggota Polres Sumba Barat, anggota TNI Kodim Sumba Barat, anggota Polsek Lamboya, dan Satuan Brimob Polres Sumba Barat mendatangi Marosi, Desa Patiala Bawa, Kecamata Lamboya.

Kedatangan petugas BPN serta ratusan personel polisi dan TNI itu untuk mengukur dan mengecek batas tanah.

"Kedatangan mereka tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat. Sementara masyarakat berdatangan ke lokasi tersebut untuk menyaksikan kegiatan tersebut," ungkap Petrus kepada Kompas.com, Minggu (29/4/2018).

Saat masyarakat berdatangan ke lokasi itu, mereka malah dihadang dan dilarang mendekat oleh aparat Polres Sumba Barat.

Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Bentrok di Ambon Setelah 2 Bulan Buron

Selanjutnya, ketika pengecekan tapal batas sampai di bidang tiga, sempat terjadi keributan antara masyarakat dengan BPN, tetapi masyarakat sekali lagi dihadang oleh anggota Polres Sumba Barat.

Saat itu, kata Petrus, Kepala Desa Patiala Bawa mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkistis atau melakukan perlawanan.

Imbauan itu, lanjut Petrus, ditaati oleh masyarakat dengan membiarkan BPN dan polisi mengukur atau mengeceka tapal batas dari bidang 3, 4, dan 5.

Sekitar pukul 15.00 Wita, saat pengukuran sampai di bidang lima, masyarakat melakukan klarifikasi karena petugas mengukur jalan ritual agama Marapu yang disucikan oleh penganut Marapu.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
Kondisi Menurun, Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Kondisi Menurun, Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
Wali Kota Bandung Tak Lakukan 'Local Lockdown', tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Wali Kota Bandung Tak Lakukan "Local Lockdown", tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Regional
'Kami Siap Bertempur Garda Depan. Namun, Lindungi Peralatan Tempur Kami. Kalau Tidak Ada APD, Kami Mati'

"Kami Siap Bertempur Garda Depan. Namun, Lindungi Peralatan Tempur Kami. Kalau Tidak Ada APD, Kami Mati"

Regional
Gubernur Sumsel Putuskan Tidak 'Lockdown', Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Gubernur Sumsel Putuskan Tidak "Lockdown", Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Regional
Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Regional
UPDATE Corona di Kepri 30 Maret: 2 Positif Covid-19 dan 5 PDP Meninggal Dunia

UPDATE Corona di Kepri 30 Maret: 2 Positif Covid-19 dan 5 PDP Meninggal Dunia

Regional
Ribuan Perantau Sumbar Pulang Kampung, Gubernur Minta Perbatasan Darat dan Laut Diperketat

Ribuan Perantau Sumbar Pulang Kampung, Gubernur Minta Perbatasan Darat dan Laut Diperketat

Regional
Fakta Ayah Bunuh Anak Tiri di Pekanbaru, Kesal karena Sering Menangis hingga Ditangkap Polisi

Fakta Ayah Bunuh Anak Tiri di Pekanbaru, Kesal karena Sering Menangis hingga Ditangkap Polisi

Regional
Anggap Sterilisasi Pelabuhan Parepare Tidak Serius, Anggota DPRD Mengamuk

Anggap Sterilisasi Pelabuhan Parepare Tidak Serius, Anggota DPRD Mengamuk

Regional
Cegah Penyebaran Virus Corona, Jam Malam Diterapkan di Mataram

Cegah Penyebaran Virus Corona, Jam Malam Diterapkan di Mataram

Regional
Pasien Positif Covid-19 Bertambah di Papua, Jumlah di Merauke Diklarifikasi

Pasien Positif Covid-19 Bertambah di Papua, Jumlah di Merauke Diklarifikasi

Regional
Kejari Karawang Gelar Sidang Online Selama Pandemi Covid-19

Kejari Karawang Gelar Sidang Online Selama Pandemi Covid-19

Regional
Selama Pandemi Corona, Warga Jateng Bakal Terima Bantuan

Selama Pandemi Corona, Warga Jateng Bakal Terima Bantuan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X