Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

Kompas.com - 27/04/2018, 07:01 WIB
Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko, dalam diskusi publik bertema Pemenuhan Hak-hak Disabilitas di Mataram, Kamis (26/4), bersama 200 penyandang disabilitas kawasan Indonesia timur, Bali, NTT, NTB, aktivis, dan mahasiswa peduli disabilitas. kompas.com/fitriKepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko, dalam diskusi publik bertema Pemenuhan Hak-hak Disabilitas di Mataram, Kamis (26/4), bersama 200 penyandang disabilitas kawasan Indonesia timur, Bali, NTT, NTB, aktivis, dan mahasiswa peduli disabilitas.

MATARAM, KOMPAS.com - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) bukan mempermudah mereka menjadi tenaga kasar di Indonesia.

“Presiden tidak akan mengorbankan negara untuk TKA,” ujar Moeldoko seusai menggelar diskusi bersama ratusan kelompok disabilitas, aktivis, dan mahasiswa peduli disabilitas di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (26/4/2018).

Moeldoko meminta siapa pun yang mengetahui adanya TKA menjadi tenaga kasar untuk melapor. Aparat kepolisian dan pihak keimigrasian akan bertindak cepat.

”Laporkan jika ada yang mengetahui hal itu, polisi pasti akan cepat bertindak,” kata dia.

Baca juga: 101 TKI Ilegal yang Kapalnya Mengalami Musibah Dipulangkan

Hampir di tiap kesempatan, Moeldoko memberikan penjelasan terkait polemik Perpres 20/2018 tentang TKA.

Moeldoko juga mengkritik pihak yang ingin mencabut Perpres tersebut.

“Mereka harus memahami secara komprehensif soal Perpres tersebut. Dalam Perpres tersebut diberikan kemudahan TKA yang ahli dalam bidang tertentu untuk bekerja di Indonesia. Hanya butuh dua hari dalam mengurus izin mereka. Tentu saja hal-hal yang butuh perbaikan cepat, seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), jika ada kerusakan, tenaga dari luar itu bisa cepat menangani,” ucap Moeldoko.

Moeldoko menekankan bahwa bukan hanya TKA asal China yang diberi kemudahan, TKA dari negara mana pun diberi kemudahan, tetapi tidak menjadi tenaga atau buruh kasar.

Baca juga: Kecelakaan 101 TKI Ilegal, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Kompas TV Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoli mengklarifikasi aturan tenaga kerja asing.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Regional
Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Regional
Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Regional
Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Regional
Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Regional
Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Regional
Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

Regional
Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Regional
Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Regional
Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X