Jual Gadis Belia, Mucikari di Nunukan Dijerat UU Perlindungan Anak - Kompas.com

Jual Gadis Belia, Mucikari di Nunukan Dijerat UU Perlindungan Anak

Kompas.com - 17/04/2018, 06:37 WIB
Mucikari Sudianto Suwandi, warga Kelurahan Nunukan Tengah, dijerat Undang-undang Perlindungan Anak karena tertangkap mempekerjakan PSK di bawah umur.KOMPAS.com/ DOK POLRES NUNUKAN Mucikari Sudianto Suwandi, warga Kelurahan Nunukan Tengah, dijerat Undang-undang Perlindungan Anak karena tertangkap mempekerjakan PSK di bawah umur.

NUNUKAN, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Nunukan, Kalimantan Utara, memastikan akan menjerat mucikari Sudianto Suwandi, warga Kelurahan Nunukan Tengah, dengan Undang-undang Perlindungan Anak.

Kasat Reskrim Polres Nunukan, AKP Muhammad Ali Suhandak mengatakan, 2 anak buah Sudianto yang masih berusia di bawah umur dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK). “Keduanya masih di bawah umur, masih di bawah 18 tahun,” ujarnya, Senin (16/4/2018).

Ali Suhandak menambahkan, saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus prostitusi yang dijalankan oleh Sudianto.

Pihak kepolisian juga masih mendalami apakah masih ada lagi PSK yang dipekerjakan oleh pelaku mengingat Sudianto mengaku telah melakukan transaksi sebanyak 13 kali.

“Kita masih melakukan pedalaman,” imbuhnya.

Baca juga : Prostitusi Online di Sentul Terbongkar, 6 Mucikari Ditangkap

Sebelumnya, Kepolisian Resor Nunukan, Kalimantan Utara, mengamankan Sudianto Suwandi karena kedapatan melakukan transaksi prostitusi secara terselubung pada Sabtu (14/4/2018) sekitar pukul 23.00 Wita di Jalan A Yani Nunukan.

Sudianto mengaku telah melakukan 13 transakasi selama menjadi mucikari dengan tarif Rp 800.000 untuk layanan short time.

Dalam satu kali transaksi, pelaku mengaku mendapat bagian Rp 200 hingga Rp 500.000 dari sejumlah perempuan yang dijadikan PSK.

Baca juga : Nyambi Jadi Mucikari, Honorer Pemkot Makassar Ditangkap

 

Selain Sudianto, polisi turut mengamankan YRA, perempuan yang bertugas sebagai penghubung.


Terkini Lainnya

5.689 Peserta Lolos Seleksi Administrasi CPNS Pemkot Depok

5.689 Peserta Lolos Seleksi Administrasi CPNS Pemkot Depok

Megapolitan
Sebelum Tewas, Ini Kritikan Terakhir Khashoggi kepada Arab Saudi

Sebelum Tewas, Ini Kritikan Terakhir Khashoggi kepada Arab Saudi

Internasional
PAN: Justru Elektabilitas Kami Turun jika Dukung Pak Jokowi

PAN: Justru Elektabilitas Kami Turun jika Dukung Pak Jokowi

Nasional
Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi 'Floating Dock' PT DPS Persero

Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi "Floating Dock" PT DPS Persero

Regional
Bisakah Wajah Tanah Abang Diubah Layaknya SCBD?

Bisakah Wajah Tanah Abang Diubah Layaknya SCBD?

Megapolitan
Perkuliahan UIN Alauddin Makassar Diliburkan Pasca-tawuran Ratusan Mahasiswa

Perkuliahan UIN Alauddin Makassar Diliburkan Pasca-tawuran Ratusan Mahasiswa

Regional
Tim Prabowo-Sandiaga: Wajar Kepuasan terhadap Pemerintah Menurun

Tim Prabowo-Sandiaga: Wajar Kepuasan terhadap Pemerintah Menurun

Nasional
Viral, Pengungsi Gempa Sulteng di Mamboro Ketakutan Suara Hantu Pokpok

Viral, Pengungsi Gempa Sulteng di Mamboro Ketakutan Suara Hantu Pokpok

Regional
Trump Ingin Bertemu Putin di Peringatan Gencatan Senjata PD I

Trump Ingin Bertemu Putin di Peringatan Gencatan Senjata PD I

Internasional
4 Fakta Baru Kasus Ahmad Dhani, Permohonan Cekal hingga Mangkir Pemeriksaan

4 Fakta Baru Kasus Ahmad Dhani, Permohonan Cekal hingga Mangkir Pemeriksaan

Regional
Viral, Siswi SMK Karanganyar Jualan Cilok Pakai Baju Seragam

Viral, Siswi SMK Karanganyar Jualan Cilok Pakai Baju Seragam

Regional
Kerugian Prabowo-Sandiaga akibat Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Kerugian Prabowo-Sandiaga akibat Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Nasional
Warga Minta Uang Kompensasi Bau Dinaikkan, Anggota DPRD Bekasi Desak PKS Bantergebang Dievaluasi

Warga Minta Uang Kompensasi Bau Dinaikkan, Anggota DPRD Bekasi Desak PKS Bantergebang Dievaluasi

Megapolitan
Selamat dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi

Selamat dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi

Internasional
Cerita Ma'ruf Amin Dapat Senjata Tradisional Setiap ke Daerah

Cerita Ma'ruf Amin Dapat Senjata Tradisional Setiap ke Daerah

Nasional

Close Ads X