Kronologi Kericuhan Suporter Saat Laga Arema FC Vs Persib Bandung - Kompas.com

Kronologi Kericuhan Suporter Saat Laga Arema FC Vs Persib Bandung

Kompas.com - 16/04/2018, 05:25 WIB
Situasi saat laga Arema FC kontra Persib Bandung ricuh dalam pertandingan lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (15/4/2018)KOMPAS.com/Andi Hartik Situasi saat laga Arema FC kontra Persib Bandung ricuh dalam pertandingan lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (15/4/2018)

MALANG, KOMPAS.com — Laga Arema FC kontra Persib Bandung berakhir ricuh, Minggu (15/4/2018) malam.

Suporter Aremania turun dari tribune dan memenuhi lapangan sesaaat sebelum berakhirnya pertandingan.

Mereka melampiaskan kekecewaannya dengan melempari lorong menuju ruang ganti pemain. Ratusan korban berjatuhan dan dievakuasi menuju ke rumah sakit. Kebanyakan korban adalah suporter wanita.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, mengatakan, kericuhan dipicu oleh kekecewaan suporter kepada wasit Handri Kristanto selaku pemimpin jalannya pertandingan.

"Kronologi dalam konteks manajemen tadi sudah berdiskusi bahwa gerakan penonton itu banyak bereaksi karena keputusan wasit," katanya.

Baca juga: Laga Arema FC Vs Persib Bandung Rusuh, Korban Luka Berjatuhan

Dikatakannya, para Aremania mulai merasa kecewa saat gol kedua Persib Bandung tercipta pada menit ke-77. Ketika itu, pemain tengah Arema FC, Ahmet Atayev, dijatuhkan lawan di tengah lapangan. Namun, wasit tidak menghentikan pertandingan dan akhirnya Ezechiel Ndouasel mampu memanfaatkan kelengahan pemain belakang Arema FC dengan mencetak gol keduanya untuk Persib Bandung.

"Yang pertama saat pelanggaran Atayev (Ahmet Atayev), tetapi kemudian tidak diberikan keputusan oleh wasit. Itu sudah tanda-tanda bahwa penonton sudah melakukan gerakan," ujar Sudarmaji.

Pada menit ke-86, Arema FC mampu mengejar ketertinggalan melalui gol Balsa Bozovic. Saat itu, kedudukan imbang 2-2 karena pada babak pertama kedudukan imbang 1-1.

Tidak lama setelah itu, pada menit ke-88 Dedik Setiawan diganjar kartu merah karena menyikut pemain belakang Persib Bandung, Ardi Idrus. Kondisi itu disebutnya menambah kekecewaan suporter terhadap wasit asal Jawa Tengah itu.

"Kemudian ada keputusan yang tidak kami tahu secepat itu, kartu merah terhadap Dedik. Itu penonton sudah melakukan upaya mereaksi keputusan wasit. Terus kemudian setelah itu terjadi (tendangan) corner dan penonton sudah mulai turun. Itu versi kami," ujarnya.

Kericuhan suporter berawal dari tribune ekonomi bagian timur. Mereka mengamuk berlarian masuk ke tengah lapangan. Kemudian, suporter yang duduk di tribune bagian selatan dan utara juga ikut turun memenuhi lapangan.

Sudarmaji mengatakan, pihaknya akan mengirim informasi kronologi kericuhan itu ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara kompetisi Liga 1, kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

"Malam ini kami juga akan mengirim kronologi apa yang terjadi di lapangan. Sesuai regulasi, kami diberikan kesempatan untuk melaporkan secara obyektif karena sudah ada formnya. Terutama yang berkaitan tentang keputusan-keputusan wasit," ujarnya.

Akibat kericuhan itu, pertandingan terpaksa dihentikan tanpa pluit panjang wasit. Kedudukan tetap imbang 2-2. Gol untuk Arema FC dicetak oleh Thiago Furtuoso Dos Santos di menit ke-18 dan Balsa Bozovic di menit ke-86.

Sementara gol untuk Persib Bandung dicetak oleh Ezechiel Ndouasel pada menit ke-19 dan ke-77.


Komentar
Close Ads X