Beda Sikap Sudirman Said dan Ganjar Pranowo soal Kartu Tani...

Kompas.com - 15/04/2018, 21:16 WIB
Calon Gubernur Jateng Sudirman Said KOMPAS.com/NAZAR NURDINCalon Gubernur Jateng Sudirman Said

SALATIGA, KOMPAS.com - Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut dua, Sudirman Said, berjanji akan menghapus Kartu Tani jika terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah. Hal itu kerap Sudirman kemukakan dalam berbagai kesempatannya berkampanye.

Sudirman Said beralasan, Kartu Tani dalam praktiknya justru merepotkan para petani.

"Kartu Tani dihapus, diganti dengan Kartu Kelompok Tani. Bukan kartu, lah, tapi kami ingin dorong petani membangun kelompok, dan pemerintah menyalurkan bantuannya lewat kelompok-kelompok itu," kata Sudirman, Minggu (15/4/2018).

Melalui kelompok tani ini, Sudirman berharap bisa mendorong petani untuk berorganisasi. Dengan demikian, kelompok-kelompok tani ini bisa menjadi berdaya secara bersama-sama.

"Mulai dari menata lahan bersama-sama, mencari bantuan keuangan bersama-sama sampai mencari pasar bersama-sama," ucap pria yang akrab disapa Pak Dirman ini.

(Baca juga: Progam Kartu Tani Jateng Berpotensi Diaplikasikan Secara Nasional)

Alasan untuk menghapus Kartu Tani ini, kata Pak Dirman, juga didasari oleh banyak masukan dari para petani selama dirinya berkeliling Jawa Tengah.

Sebagian besar petani berpendapat bahwa program yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ganjar Pranowo ini lebih banyak merepotkan daripada membantu.

"Syarat-syaratnya merepotkan, cara memperoleh pupuk merepotkan," ujar mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini.

Melihat banyaknya keluhan tetang Kartu Tani ini, Pak Dirman bahkan menegaskan bahwa penghapusan Kartu Tani ini akan menjadi prioritas di awal-awal kepemimpinan jika dirinya terpilih.

"Jadi kami yakinkan bahwa kalau nanti kami terpilih, maka minggu-minggu pertama di program kami, bagaimana menyelesaikan Kartu Tani," kata dia.

(Baca juga: Ganjar: Kartu Tani Cegah Pupuk "Piknik")

Ganjar Pronowo optimis meraup kemenangan 70 persen suara di wilayah Soloraya.KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Ganjar Pronowo optimis meraup kemenangan 70 persen suara di wilayah Soloraya.
Ganjar kaget

Sementara itu, sikap berbeda dikemukakan oleh calon petahana Ganjar Pranowo. Saat ditemui dalam kesempatan berkampanye di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Minggu (8/4/2018) lalu, Ganjar mengatakan, justru dengan Kartu Tani, maka ada jaminan setiap petani mendapatkan pupuk.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Regional
Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Regional
Sungai Parat Semarang Tercemar Limbah Babi, Peternak Akui Ada Kebocoran

Sungai Parat Semarang Tercemar Limbah Babi, Peternak Akui Ada Kebocoran

Regional
Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Regional
Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Regional
4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

Regional
Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Regional
Pelindo Bantah Kapalnya 'Kencing' di Laut dan Jual Minyak Ilegal ke Singapura

Pelindo Bantah Kapalnya "Kencing" di Laut dan Jual Minyak Ilegal ke Singapura

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya | Rambut Sukiyah Jadi Sarang Tikus

[POPULER NUSANTARA] Cerita Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya | Rambut Sukiyah Jadi Sarang Tikus

Regional
Selain 8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Kakak Beradik Dicaci Maki di Depan Umum, Uang Sekolah Tak Dibayar

Selain 8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Kakak Beradik Dicaci Maki di Depan Umum, Uang Sekolah Tak Dibayar

Regional
Sempat Dikira Terjangkit Virus Corona, Pasien RSUP Adam Malik Ternyata hanya Flu Biasa

Sempat Dikira Terjangkit Virus Corona, Pasien RSUP Adam Malik Ternyata hanya Flu Biasa

Regional
Viral Kerajaan Kandang Wesi, Kepala Kesbangpolinmas: Tidak Ada Kerajaan di Garut

Viral Kerajaan Kandang Wesi, Kepala Kesbangpolinmas: Tidak Ada Kerajaan di Garut

Regional
Cerita Istri Bacok Suami di Probolinggo, Ketahuan Selingkuh hingga Takut Akan Dibunuh

Cerita Istri Bacok Suami di Probolinggo, Ketahuan Selingkuh hingga Takut Akan Dibunuh

Regional
Hati-hati Jika Melihat Ular Weling, Jika Digigit Belum Ada Anti Bisanya

Hati-hati Jika Melihat Ular Weling, Jika Digigit Belum Ada Anti Bisanya

Regional
Empat Pelajar SMP di Cianjur Jatuh ke Jurang, Satu Tewas

Empat Pelajar SMP di Cianjur Jatuh ke Jurang, Satu Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X