Ganjar Pranowo Tak Peduli Popularitasnya Anjlok karena Pembacaan Puisi

Kompas.com - 11/04/2018, 09:56 WIB
Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan pernyataan dan sikapnya terkait tuduhan menerima uang dari proyek E KTP usai berkampanye di beberapa wilayah Soloraya di Kota Solo, Kamis (22/3/2018) . KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiCalon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan pernyataan dan sikapnya terkait tuduhan menerima uang dari proyek E KTP usai berkampanye di beberapa wilayah Soloraya di Kota Solo, Kamis (22/3/2018) .

SEMARANG, KOMPAS.com — Calon gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku tidak peduli popularitasnya anjlok karena pembacaan puisi berjudul "Aku Harus Bagaimana" saat menghadiri acara di Kompas TV.

Pembacaan puisi karya KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus itu dipersoalkan hingga akan dilaporkan ke polisi meski pihak yang mempersoalkan kini telah meminta maaf.

Gak lah, gak ada ururusan dengan itu (popularitas). Kami komitmen menjaga semua itu,” ujar pria 49 tahun ini, Selasa (10/4/2018), di Semarang.

Ganjar mengatakan, pihaknya tidak menyesal atas pembacaan puisi itu. Dia pun meminta jika puisi disalahkan, ia ingin ditunjukkan, di mana titik kesalahan itu.

“Enggak. Nyesal-nya di mana. Salahnya di mana, dia juga sudah minta maaf,” tambahnya.

(Baca juga: Ganjar: Itu Puisi 1987, Gus Mus yang Baca, Kenapa Ribut Sekarang?)

Mestinya, sambung Ganjar, pihak yang mempersoalkan bertanya dulu soal konteks puisi itu. Jika langsung menghakimi, itu akan menjadi masalah di kemudian hari.

Selain itu, puisi yang dibuat sejak 1987 itu sudah dibacakan banyak tokoh. Jadi, ia heran jika ia ikut membaca puisi itu kemudian dipermasalahkan.

“Yang menulis, pemegang hak ciptanya itu Gus Mus. Itu cara menjawabnya. Ada 17 mantan menteri membaca, dulu ada yang ributnya gak,” tambahnya.

Baca puisi

Sebagai upaya keprihatinan atas masalah itu, pendukung Ganjar-Yasin membaca puisi itu bareng-bareng di posko pemenangan pada Selasa (10/4/2018) malam. Salah satunya mahasiswa Undip, Ahmad Fauzi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penetapan Data Penerima Bansos Tahap II Jabar Diapresiasi KPK

Penetapan Data Penerima Bansos Tahap II Jabar Diapresiasi KPK

Regional
Bertemu Pemuda Tak Pakai Masker di Kedai Kopi, Risma: Ayo Kamu Push Up

Bertemu Pemuda Tak Pakai Masker di Kedai Kopi, Risma: Ayo Kamu Push Up

Regional
14 Tersangka Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di RS Makassar DPO

14 Tersangka Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di RS Makassar DPO

Regional
Rencana Perobohan Patung Perguruan Silat di Sragen Batal Setelah Ada Kesepakatan

Rencana Perobohan Patung Perguruan Silat di Sragen Batal Setelah Ada Kesepakatan

Regional
Karyawan Meninggal karena Covid-19, Pelayanan di Kanwil BRI Malang Berjalan Normal

Karyawan Meninggal karena Covid-19, Pelayanan di Kanwil BRI Malang Berjalan Normal

Regional
Bandara YIA Mulai Operasikan Penerbangan Internasional ke Malaysia

Bandara YIA Mulai Operasikan Penerbangan Internasional ke Malaysia

Regional
Hendak Menuju Lokasi Kebakaran, Petugas Pemadam Meninggal karena Kecelakaan Lalu Lintas

Hendak Menuju Lokasi Kebakaran, Petugas Pemadam Meninggal karena Kecelakaan Lalu Lintas

Regional
Jadi Relawan, Polisi di Malang Makamkan 57 Pasien Covid-19, Mobil berisi Kantong Jenazah

Jadi Relawan, Polisi di Malang Makamkan 57 Pasien Covid-19, Mobil berisi Kantong Jenazah

Regional
Ada Penumpang Positif Covid-19, Pelayaran Kapal Feri Buton-Wakatobi Dihentikan Sementara

Ada Penumpang Positif Covid-19, Pelayaran Kapal Feri Buton-Wakatobi Dihentikan Sementara

Regional
KPK Kembali Geledah Sejumlah Ruangan di Kantor Bupati Kutai Timur

KPK Kembali Geledah Sejumlah Ruangan di Kantor Bupati Kutai Timur

Regional
Pelaku Tetap Bekerja di Lokasi Pembunuhan Usai Membunuh Saudaranya karena Disebut Bodoh

Pelaku Tetap Bekerja di Lokasi Pembunuhan Usai Membunuh Saudaranya karena Disebut Bodoh

Regional
Banjarmasin Masuk Zona Hitam, Wali Kota Ancam Tempat Hiburan yang Beroperasi

Banjarmasin Masuk Zona Hitam, Wali Kota Ancam Tempat Hiburan yang Beroperasi

Regional
Menteri Nadiem Makarim Sebut SMAN 4 Sukabumi Luar Biasa

Menteri Nadiem Makarim Sebut SMAN 4 Sukabumi Luar Biasa

Regional
Viral, Foto Petugas Satpol PP Makassar dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta

Viral, Foto Petugas Satpol PP Makassar dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta

Regional
7 Pria Pemerkosa Ibu Muda di Hutan Ditangkap

7 Pria Pemerkosa Ibu Muda di Hutan Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X