Kompas.com - 29/03/2018, 19:45 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com – Iwan Kurniawan (41), warga Perumda Deket Gang V, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ditangkap setelah dilaporkan kerap menyiksa istri dan anak kandungnya sendiri dengan menyetrum.

MKN, sang istri, yang tak kuat dengan perlakuan sang suami akhirnya melaporkan tindakan yang dilakukan Iwan pada tanggal 26 dan 27 Maret 2018 lalu kepada polisi.

MKN dan AW (14) kerap disetrum karena hal sepele, misalnya lantaran AW bermain telepon seluler (ponsel) saat jam belajar dan MKN yang ditugasi untuk mengawasi ternyata tertidur.

“Sebagai bahan pelajaran saja, Pak, agar tak lagi mainan telepon saat jam belajar,” ujar Iwan kepada Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung saat rilis di Mapolres Lamongan, Kamis (29/3/2018).

(Baca juga: Gara-gara Main Ponsel, Ayah Setrum Istri dan Anak serta Merekamnya)

Berdasarkan keterangan MKN kepada polisi, Iwan kerap kali menyetrumnya dan anaknya saat mereka berdua melakukan kesalahan di mata Iwan. Iwan lalu menyatakan hanya khilaf dan menyesal telah melakukannya.

“Benar Pak, saya khilaf, khilaf. Saya hanya ingin mereka mematuhi apa yang saya inginkan,” ucap dia sambil menangis.

MKN mengaku, keterangan yang diperoleh pihak kepolisian menurut pengakuan korban, aksi Iwan tersebut telah dilakukan selama bertahun-tahun. Baru pada saat tanggal 26 dan 27 Maret 2018, MKN sudah tak kuat lagi dengan perlakuan sang suami dan akhirnya melapor ke polisi.

“Dari keterangan korban, aksi penyetruman itu sudah terjadi kurang lebih sejak empat tahun lalu. Begitu mereka melakukan kesalahan langsung disetrum. Tapi baru dilaporkan kemarin, mungkin karena istrinya sudah nggak kuat lagi dengan perlakuan seperti itu dari sang suami,” tutur Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Yadwivana Jumbo Qantasson.

(Baca juga: Viral, Pengemudi Ojek "Online" Dipaksa Nikahi Penumpang Wanita)

Atas perbuatan yang dilakukan kepada anak dan istrinya, Iwan terancam dengan Pasal 44 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam lingkup rumah tangga (KDRT) dengan ancaman lima tahun penjara.

Akibat trauma mendalam atas kejadian yang dialami, AW dan MKN mendapat perlindungan dan bantuan pendampingan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lamongan.

Iwan menjalani proses hukum dan terancam kehilangan status dirinya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu instansi di lingkup Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.