Kompas.com - 29/03/2018, 17:59 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com – “Dia itu anak kandungmu Wan, kenapa kamu tega lakukan itu?” ucap Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung kepada Iwan Kurniawan (41), saat rilis digelar di Mapolres Lamongan, Kamis (29/3/2018).

Iwan diamankan pihak kepolisian setempat, menyusul tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan kepada anak kandung dan istrinya.

Warga Perumda Deket Gang V, Kecamatan Deket, Lamongan ini, ditengarai kerap menyiksa istrinya, MKN (39), dan AW (14) anak kandungnya dengan setrum aliran listrik.

Menurut keterangan korban, pelaku kerap melakukan tindak kekerasan tersebut, bila istri dan anak kandungnya melakukan kesalahan. Kejadian terbaru berlangsung pada 26 dan 27 Maret 2018. 

(Baca juga : SK, Ibu yang Siksa Anaknya hingga Tewas, Akan Diperiksa Kejiwaannya )

“Dari pengakuan korban, yakni istri pelaku, perlakuan itu dilakukan sering kali, terakhir 26 dan 27 kemarin, baik istri maupun anaknya disetrum. Karena si anak yang sudah diperingatkan untuk tidak mainan handphone saat jam belajar, ternyata sembunyi-sembunyi masih main handphone,” jelasnya.

Saat itu pelaku langsung naik pitam, begitu mengetahui si anak masih menggunakan telepon seluler (ponsel) bersamaan jam belajar. Terlebih sang istri yang ditugasi mengawasi si anak untuk belajar, ternyata malah tertidur.

“Keduanya langsung disetrum. Lebih parah lagi, si anak disuruh buka baju terlebih dulu, kemudian disetrum di beberapa bagian tubuhnya. Dan saat kejadian itu, istrinya yang sudah disetrum lebih dulu, disuruh merekam (video) dengan menggunakan handphone,” tutur dia.

Imbas laporan dari korban tersebut, petugas kepolisian lantas mengamankan pelaku di tempat kerjanya, salah satu instansi pemerintahan di Lamongan, Rabu (28/3/2018).

“Akibat setrum yang dilakukan pelaku, kini korban, terutama si anak, mengalami trauma mendalam dengan beberapa bagian tubuh mengalami luka-luka bakar,” ujar Feby.

(Baca juga : Kepala SDN di Kota Malang yang Setrum 4 Siswanya Dipecat )

Atas perbuatannya, pelaku diancam pasal 44 Undang-undang RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Lingkup Rumah Tangga (KDRT), dengan ancaman lima tahun penjara.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Regional
Berhasil Dorong Pertumbuhan Pendidikan Vokasi, Gubernur Riau Terima Penghargaan dari Apvokasi

Berhasil Dorong Pertumbuhan Pendidikan Vokasi, Gubernur Riau Terima Penghargaan dari Apvokasi

Regional
Targetkan Percepatan Pembangunan di Medan, Walkot Bobby Dorong Dinas PMPTSP Jaring Investasi

Targetkan Percepatan Pembangunan di Medan, Walkot Bobby Dorong Dinas PMPTSP Jaring Investasi

Regional
Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Regional
Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Regional
Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.