Kompas.com - 28/03/2018, 08:05 WIB
Dua pemuda diberi sanksi adat oleh tokoh adat karena meginjak tengkorak di kompleks pemakaman tua objek wisata Kete Kesu, Selasa (27/3/2018). Kontributor KompasTV Luwu dan Palopo/Amran AmirDua pemuda diberi sanksi adat oleh tokoh adat karena meginjak tengkorak di kompleks pemakaman tua objek wisata Kete Kesu, Selasa (27/3/2018).

TORAJA UTARA, KOMPAS.com - Dua pemuda diberi sanksi adat oleh pemangku adat Kete Kesu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, setelah melakukan adegan injak tengkorak di kompleks pemakaman tua objek wisata Kete Kesu.   

“Fotonya sempat viral di media sosial yang memperlihatkan seorang wanita bernama Rezky memegang tengkorak, sementara teman prianya bernama Randy berpose menaruh kaki di atas tengkorak tersebut seperti hendak menginjak tengkorak,” kata Layuk Sarungallo, pemangku adat, Selasa (27/3/2018). 

Tidak hanya itu, di foto berikutnya juga terlihat si pemegang tengkorak tadi kembali memegang tulang, kemudian beraksi seperti bermain gitar.  

Foto tersebut diposting pada Senin, 19 Maret 2018 lalu, oleh akun bernama Rezky. Foto itu dilengkapi dengan keterangan yang menyatakan, “Liburan kemaren ke kampung semalam doang nyempetin dulu”  

Sontak aksi dua pengunjung ini menuai kecaman dari warganet. Mereka dinilai tidak menghargai adat budaya Suku Toraja.

Baca juga : Ini Sanksi Adat di Buton bagi yang Konsumsi dan Jual Miras

Setelah viral dan diberitakan media, kedua pelaku langsung menyerahkan diri dan meminta perlindungan kepada pihak kepolisian. Mereka diamankan di Mapolsek Panakukang, Makassar  Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 24 Maret 2018 lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami tidak tahu jika akan begini, dan saat berita itu muncul dengan sadar kami melapor ke Mapolsek Panakukang untuk meminta perlindungan,” ucap Rezky.  

Setelah mendapatkan jaminan keamanan dari pihak kepolisian, akhirnya dua pelaku dibawa ke objek wisata Kete Kesu. Keduanya langsung disidang adat oleh pemangku adat setempat dan dijatuhi hukuman adat ringan, dengan denda memotong seekor babi sebagai bentuk permohonan maaf ke leluhur Suku Toraja.

“Jadi karena hanya mau melakukan sesuatu hal surprise terhadap kawannya, bahwa ini bukti saya di Kete Kesu, di Kete Kesu ada tengkorak, dan itu tidak ada niat untuk merusak, atau mengambil, atau mencemari. Makanya hukumannya ringan, hanya seekor babi,” jelas Layuk Sarungallo.  

Kedua pelaku menjalankan ritual mengkasala atau memohon maaf kepada leluhur di tempat kejadian dengan membawa pinang, sirih, kapur gambi  dan tembakau. Benda-benda tersebut kemudian ditaruh di lokasi mereka berpose sambil memohon maaf dengan dibimbing oleh pemangku adat Kesu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.