Ular Biasa Muncul hingga Ditemukan di Laci Meja Saat Sekolah Kebanjiran

Kompas.com - 24/03/2018, 18:46 WIB
Teras SMP Negeri 3 Pemulutan Ogan Ilir terendam banjir akurat curah huan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir iini. Banjir itu membuat 152 siswa sekolah tersebut harus diliburkan sebab ketinggian banjir sudah mencapai 1 meter di titik tertentu KOMPAS.com/Amriza NursatriaTeras SMP Negeri 3 Pemulutan Ogan Ilir terendam banjir akurat curah huan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir iini. Banjir itu membuat 152 siswa sekolah tersebut harus diliburkan sebab ketinggian banjir sudah mencapai 1 meter di titik tertentu

INDRALAYA, KOMPAS.com - SMP Negeri 3 Pemulutan di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Pemulutan, Ogan IIir, Sumatera Selatan hampir satu pekan terendam banjir

Bahkan, jalan masuk menuju sekolah yang berjarak sekitar 800 meter dari jalan lintas timur (Jalintim) Palembang-Ogan Ilir itu sempat terendam hingga satu meter

Saat kompas.com mengujungi sekolah itu pada Jumat (23/3/2018), terlihat seekor ular berenang dalam genangan air di halaman sekolah tersebut.

Menurut penjaga sekolah, Sobri, hewan seperti ular dan lipan memang banyak terlihat di sekitar sekolah saat banjir seperti ini.

Tahun-tahun sebelumnya, Sobri mengaku kerap menemukan ular bersembunyi di laci meja belajar siswa saat membersihkan fasilitas sekolah setelah banjir surut. Ular-ular itu dengan susah payah diusir hingga akhirnya terpaksa dibunuh.

Baca juga : Banjir di Sekitar Kantor Pemkab Ogan Ilir, Tiga Orang Nyaris Terseret Arus

Menurut Sobri, sekolah yang dibangun tahun 2006 ini sudah langganan banjir. Kali ini, banjir merendam halaman sekolah hingga setinggi 70 sentimeter. Bahkan, air juga sudah masuk ke beberapa ruang belajar.

Teras SMP Negeri 3 Pemulutan Ogan Ilir terendam banjir akurat curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir iini. Banjir itu membuat 152 siswa sekolah tersebut harus diliburkan sebab ketinggian banjir sudah mencapai 1 meter di titik tertentuKOMPAS.com/Amriza Nursatria Teras SMP Negeri 3 Pemulutan Ogan Ilir terendam banjir akurat curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir iini. Banjir itu membuat 152 siswa sekolah tersebut harus diliburkan sebab ketinggian banjir sudah mencapai 1 meter di titik tertentu

 

Akibat kondisi itu, sekitar 152 siswa sekolah terpaksa diliburkan beberapa hari belakangan ini. Siswa diminta belajar di rumah sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Sobri sangat berharap Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir segera mengambil langkah mengatasi banjir tersebut agar siswa dapat belajar dengan tenang dan tidak terganggu oleh banjir lagi. Apalagi tidak lama lagi siswa akan menghadapi ujian.

Baca juga : Berbahaya bagi Warga, Jembatan di Ogan Ilir Ini Melengkung dan Nyaris Ambruk

“Saya berharap pihak pemerintah Ogan Ilir segera mengatasi banjir ini agar siwa dapat kembali belajar di sekolah. Apalagi tidak lama lagi siswa akan mengikuti ujian,” ujarnya.

Sementara Kepala BPBD Ogan Ilir Ahmad Syakroni mengatakan, banjir yang merendam wilayah Ogan Ilir di beberapa lokasi terpantau mulai surut. Yang tersisa tinggal 10 desa di 3 kecamatan yang masih terendam banjir.

“Kami masih mendata lokasi mana yang banjirnya masih parah untuk kami beri bantuan,” katanya. 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X