Selama 2017, Satgas Pangan Tangani 407 Kasus, Kebanyakan dari Jawa dan Sumatera

Kompas.com - 24/03/2018, 09:16 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pengelolaan produk tersebut tidak higienis. Hal itu diungkapkan seusai Rapat Koordinasi Nasional Stabilisasi Harga dan Stok Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018, di Hotel el Royale Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (23/3/2018). KOMPAS.com/AGIE PERMADIKepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pengelolaan produk tersebut tidak higienis. Hal itu diungkapkan seusai Rapat Koordinasi Nasional Stabilisasi Harga dan Stok Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018, di Hotel el Royale Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (23/3/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Sepanjang tahun 2017, Satgas Pangan telah menangani 407 kasus hukum terkait pangan dan non pangan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Satgas Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto usai Rapat Koordinasi Nasional, "Stabilisasi Harga dan Stok Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018, di Hotel el Royale Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (23/3/2018).

"Kita selama ini sudah menangani 407 lebih masalah pangan dan non pangan, itu dari 2017," kata Setyo.

(Baca juga: Kepala Satgas Pangan: Konsumsi Telur Menurun Gara-gara Isu Telur Palsu)

Menurut Setyo, kasus tersebut kebanyakan dari daerah Jawa dan Sumatera. Kasus-kasus tersebut sebagian telah masuk pengadilan dan ada yang dilakukan pembinaan. 

"Ada yang sudah ke pengadilan, ada yang tidak. Karena kita juga melihat ini ada satu upaya pembinaan ya mereka kita bina. Contoh menjual beras yang tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan, dia menjual beras premium biasa tapi di jual harga yang tinggi maka kita lakukan pembinaan agar dia menjual dengan harga yang sesuai," ujarnya.

(Baca juga: Harga Cabai Melejit, Satgas Pangan Pastikan Penyebabnya Faktor Cuaca)

Adapun dari ratusan kasus yang sedang ditangani, kebanyakan dari komoditas gula dan beras. "Kebanyakan spekulan, kalau penyelundupan tidak ada," katanya. 

Saat ini, lanjutnya, pihaknya tengah menentang isu hoaks terkait beredarnya video telur yang dipalsukan dan meminta masyarakat untuk tidak termakan isu tersebut. 

"Kita sudah mengonter terus, tolong media juga berperan (menahan hoaks), logikanya masuk gak sih buat telur palsu harga murah, harga 2000 -3000 masa palsu, harga mahal mungkin ada palsunya, murah masa palsu," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Regional
Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Regional
Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Regional
Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Regional
Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Regional
Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Regional
Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Regional
Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Regional
Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

Regional
4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

Regional
94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

Regional
Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Regional
BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

Regional
Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X