Kompas.com - 23/03/2018, 15:56 WIB
Kompas TV Paparan belerang terdampak di tujuh dusun yang berada di lereng Gunung Ijen.

Sementara itu, Supiah (48), warga Dusun Watucapil, Desa Kalianyar, Kabupaten Bondowoso, saat ditemui Kompas.com di rumahnya mengatakan, saat malam kejadian itu dia akan tidur. Kemudian anaknya yang tinggal di dusun sebelah menelepon dan menyuruhnya segera mengungsi sekitar pukul 20.00.

"Saya kaget dan bingung, langsung buka pintu belakang. Tiba-tiba saja sulit buat bernapas. Tetangga teriak-teriak nyuruh untuk segera mengungsi. Akhirnya saya sama dua cucu saya langsung lari saja mengikuti orang-orang menuju Sempol. Enggak tahu apa-apa saat itu, yang penting lari. Anak saya sudah di Sempol lebih dulu untuk menyelamatkan diri," cerita Supiah sambil menangis dan mengusap air mata beberapa kali. Dia bahkan meninggalkan rumahnya dalam keadaan pintu terbuka.

Supiah yang saat itu hanya menggunakan baju tipis dievakuasi menggunakan mobil. Saat tiba di Puskesmas Sempol, dia baru merasa kedinginan dan kelaparan.

"Baju saya tipis dan sama sekali tidak membawa uang. Semalaman saya menahan dingin dan lapar. Saat pagi saya akan pulang, tapi masih enggak boleh sama pak polisi," kata Supiah.

Saat di Sempol, dia baru tahu kejadian malam itu karena gas beracun yang keluar dari kawah Gunung Ijen.

Baca juga: Bupati Bondowoso: Kejadian Warga Terpapar Gas Beracun Gunung Ijen di Luar Perkiraan

Dia baru memaksa diri pulang pada Kamis (22/3/2018) siang untuk melihat kondisi rumahnya walaupun para tetangganya memilih untuk bertahan di Puskesmas Sempol.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya masih takut. Tadi malam saya enggak bisa tidur, takut kalau ada apa-apa lagi," ujarnya.

Rumah Supiah tepat berada di atas bantaran sungai Kalipait. Tidak seperti sungai lainnya, Supiah mengatakan bahwa Kalipait tidak bisa digunakan untuk mencuci atau mengairi pertanian.

"Kalipait itu aliran sungai dari kawah Ijen. Jadi tidak bisa dibuat apa-apa. seumur-umur sampai rambut saya putih seperti ini, ya baru kali ini ada kejadian seperti ini," jelasnya.

Walaupun kondisi sudah membaik, Supiah yang bekerja sebagai buruh tani memilih tetap tinggal di dalam rumah.

"Masih takut mau ke kebun, padahal saya juga harus kerja. Mungkin besok kalau sudah tenang," ucapnya.

Total ada 200 penduduk yang dievakuasi dan tersebar di tiga dusun, yaitu Dusun Margahayu dan Watu Capil, serta Dusun Curahmacan yang masuk Desa Kalianyar.

Baca juga: Gunung Ijen Keluarkan Gas Beracun, BPBD Bagikan 25.000 Masker

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.