Imingi Korban dengan Uang, Seorang Kakek Cabuli Anak di Bawah Umur

Kompas.com - 21/03/2018, 20:48 WIB
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna saat melakukan ekspose kasus dugaan pencabulan, Rabu (21/3/2018). Kompas.com/Ari Maulana KarangKapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna saat melakukan ekspose kasus dugaan pencabulan, Rabu (21/3/2018).

GARUT, KOMPAS.com - A (54), warga Kecamatan Cilawu Garut, diamankan aparat Polres Garut setelah diduga melakukan tindak pencabulan terhadap anak berusia 12 tahun yang masih tetangganya.

Peristiwa pencabulan itu terungkap setelah orangtua korban melapor kepada aparat kepolisian karena merasa curiga anaknya telah menjadi korban perbuatan tidak senonoh yang dilakukan tersangka.

"Orangtua korban laporan setelah mengetahui anaknya punya uang. Setelah ditanya asal uangnya ternyata dari tersangka," jelas Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, Rabu (21/3/2018) siang.

Menurut Budi, pelaku mengiming-imingi korbannya dengan memberikan uang jajan serta rayuan. Setelah itu, pelaku membawa korban ke rumahnya dan dicabuli.

Baca juga: Seorang Pengurus Panti Asuhan Cabuli 11 Anak di Bawah Umur 

Budi mengatakan, pihaknya akan terus mendalami, termasuk meminta keterangan dari korban. Menurut rencana, pihaknya juga akan meminta dampingan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut dalam memeriksa korban.

Tindakan pencabulan itu, lanjut Budi, dilakukan sejak akhir tahun 2017 dan baru terungkap setelah empat kali dilakukan. Terakhir, pelaku membawa korban ke rumahnya sekitar satu bulan lalu hingga akhirnya kasus itu terungkap dan orangtua korban melapor.

"Biasanya pelaku mengiming-imingi korban dengan uang antara Rp 7.000 hingga Rp 20.000," tutur Budi.

Pelaku yang sehari-hari berjualan gorengan cireng, ujar Budi, akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 76 E juncto Pasal 82 dengan ancaman hukumannya paling rendah 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun.

Baca juga: Selama 12 Tahun Oknum Guru SD di Cilacap Cabuli Puluhan Muridnya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X