Sambangi Kabupaten Sintang, Sutarmidji Berniat Promosikan Rumah Betang Dayak dan Kain Tenun

Kompas.com - 16/03/2018, 14:24 WIB
Calon gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji saat menyempatkan diri berbelanja kain tenun di rumah Betang Ensaid Panjang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Media Center Midji NorsanCalon gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji saat menyempatkan diri berbelanja kain tenun di rumah Betang Ensaid Panjang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Calon gubernur Kalimantan Barat nomor urut tiga, Sutarmidji, menyempatkan diri untuk belanja kain tenun, syal, dan sejumlah kerajinan tangan masyarakat di rumah panjang Ensaid yang dihuni masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang.

Sutarmidji melakukan hal itu saat rangkaian kampanye dialogis di daerah tersebut.

"Saya akan mempromosikan kain tenun ini ke luar sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sini," ujar Sutarmidji, Jumat (16/3/2018).

Saat berada di Ensaid, Sutarmidji juga berbincang-bincang dengan warga terkait kain tenun yang mereka produksi sehari-hari, baik dari teknik membuat maupun cara menjualnya.

Selama ini, sebut pria yang disapa Midji ini, penjualan kain tenun di Ensaid hanya menunggu tamu yang berkunjung ke Rumah Betang dan pemasarannya masih mengandalkan informasi dari mulut ke mulut.

"Namun, yang lebih penting lagi, saya ingin melihat potensi yang ada di desa ini," ungkapnya.

Baca juga: Cagub Sutarmidji ?Blusukan? ke Pedalaman Kalbar, Infrastruktur Jadi Salah Satu Masalah

Potensi di Desa Ensaid Panjang ini sangat mungkin ditingkatkan, khususnya kain tenun, sehingga warga yang berprofesi sebagai penenun bisa sejahtera.

"Ketika berbincang dengan mereka, rata-rata mengeluhkan modal usaha dan kita harus fasilitasi," tutur Bang Midji.

Selain menyosialisasikan diri sebagai calon gubernur, Sutarmidji juga menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki akses menuju desa tersebut dan mempromosikan Rumah Betang beserta hasil tenunnya.

"Yang dibenahi akses jalan ke sini dan mempromosikan rumah betang beserta tenunnya," ucapnya.

Baca juga: Cagub Sutarmidji Jamin Keberadaan Pertambangan Emas Rakyat di Kalbar

Sebagian besar penghuni Rumah Betang Ensaid Panjang kesehariannya merupakan petani karet, sedangkan menenun hanya pekerjaan sampingan saat waktu luang.

Tokoh masyarakat Desa Ensaid Panjang, Busau, mengungkapkan, Desa Ensaid Panjang memang mempunyai ciri khas tersendiri, yakni penghasil kain tenun dan adanya Rumah Betang.

"Ini yang membuat beda dengan desa yang lain. Kami berharap kain tenun yang dihasilkan oleh warga Desa Ensaid Panjang bisa dipasarkan secara luas sehingga bisa menyumbang PAD dan kesejahteraan warga penenun bisa meningkat," kata Busau.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X