Cagub Sutarmidji “Blusukan” ke Pedalaman Kalbar, Infrastruktur Jadi Salah Satu Masalah

Kompas.com - 16/03/2018, 10:05 WIB
Pasangan cagub dan cawagub Kalbar, Sutarmidji-Ria Norsan, berfoto bersama warga seusai kampanye dialogis di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Senin (12/3/2018). Media Center Midji NorsanPasangan cagub dan cawagub Kalbar, Sutarmidji-Ria Norsan, berfoto bersama warga seusai kampanye dialogis di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Senin (12/3/2018).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pasangan cagub dan cawagub Kalimantan Barat, Sutarmidji - Ria Norsan, melakukan rangkaian safari kampanye dialogis selama delapan hari.

Kampanye itu dilakukan di sejumlah desa dan kecamatan di dua kabupaten yang letaknya jauh di pedalaman, yaitu di Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi.

Dalam safari kampanye dialogis tersebut, sejumlah isu yang masuk program mencuat saat sesi dialog Sutarmidji - Ria Norsan dengan warga, di antaranya masalah infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Mulai dari rencana pemekaran Provinsi Kapuas Raya, masalah pembangunan infrastruktur jalan, jaringan listrik dan internet, hingga sejumlah infrastruktur lainnya, seperti sekolah dan rumah ibadah.

"Kampanye dialogis ke pedalaman ini dilakukan agar bisa mengetahui aspirasi masyarakat serta kondisi daerah yang dikunjunginya dan hampir 80 kecamatan yang berada di pelosok sudah kami kunjungi," ujar Sutarmidji, Jumat (16/3/2018).

Baca juga: Pilkada Kalbar 2018 Jadi Ajang Naik Jabatan bagi Para Paslon

Dalam rangkaian kampanye itu, Sutarmidji juga meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terpecah belah dengan adanya isu negatif selama masa pilkada.

"Kami hadir untuk semua etnis, golongan, dan agama. Jargon kami, 'Kalbar untuk Semua'. Ini maknanya kami diterima semua etnis ketika melakukan kampanye di daerah," ucapnya.

Selama melakukan kampanye dialogis, Sutarmidji mengakui hal yang paling banyak dikeluhkan masyarakat daerah pelosok adalah buruknya infrastruktur, kesehatan dan pendidikan, serta akses internet yang belum tersedia.

"Fokus kami adalah memperbaiki infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Karena ketiga hal tersebut sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat," tutur cagub dengan nomor urut tiga itu.

Baca juga: Cagub Sutarmidji Jamin Keberadaan Pertambangan Emas Rakyat di Kalbar

Kompas TV Pilkada Serentak 2018 diramaikan dengan hadirnya para kandidat yang tergolong muda usia. Mereka tak gentar bersaing menjadi gubernur dan wakil gubernur.


Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Regional
Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Regional
Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Regional
Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Regional
Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Regional
Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Regional
Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Regional
Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Regional
Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Regional
Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Regional
Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Regional
Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Regional
Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Regional
Ditemukan Dugaan Investasi Bodong di Papua Berkedok Modal Sapi Perah

Ditemukan Dugaan Investasi Bodong di Papua Berkedok Modal Sapi Perah

Regional
Isap Sabu untuk Potong Rambut Banyak Pelanggan, Tukang Cukur Masuk Bui

Isap Sabu untuk Potong Rambut Banyak Pelanggan, Tukang Cukur Masuk Bui

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X