Ogah Berurusan dengan KPK, Ganjar Tolak Cinderamata Tanaman Bonsai

Kompas.com - 14/03/2018, 19:16 WIB
Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menolak cinderemata yang diberikan oleh Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Semarang Sarno Kosasih, di Griya Puspita Sari, Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (14/3/2018) sore. KOMPAS.com/ SYAHRUL MUNIRCalon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menolak cinderemata yang diberikan oleh Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Semarang Sarno Kosasih, di Griya Puspita Sari, Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (14/3/2018) sore.

UNGARAN, KOMPAS.com — Calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menolak cendera mata yang diberikan oleh Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Semarang Sarno Kosasih.

Cendera mata berupa tanaman bonsai tersebut diberikan Sarno Kosasih saat Ganjar berpamitan dari kegiatan silaturahim dengan pengurus Pecinta Bonsai Jawa Tengah dan Semarang di Griya Puspita Sari, Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (14/3/2018) sore.

Ganjar menolak pemberian bonsai tersebut lantaran tak ingin berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Agar tak mengecewakan si pemberi, Ganjar bersedia foto bersama dengan tanaman bonsai tersebut.

"Saya minta fotonya saja. Karena kalau ini jadi cendera mata, ini harganya mahal, berarti saya harus lapor gratifikasi ke KPK. Maka, nanti prosesnya makin lama, saya melu foto saja. Terima kasih sekali," kata Ganjar.

Baca juga: Unggul dalam Survei, Ganjar Mengaku Programnya Mengena di Hati Masyarakat

Kepada Sarno Kosasih, Ganjar mengatakan bahwa dirinya sudah berkomitmen dengan KPK untuk tidak menerima gratifikasi. Sepengetahuan Ganjar, tanaman bonsai yang hendak diberikan kepadanya harganya sangat mahal.

Mendengar penjelasan Ganjar, Sarno Kosasih masih berusaha merayu Ganjar untuk bisa menerima pemberiannya.

"Tidak mahal, ini kan buat sendiri, Pak," rayu Sarno.

Meski dirayu sedemikian rupa, Ganjar tetap menolak dengan tegas.

"Ndak boleh! Ini tetep harus saya laporkan ke KPK dan pasti enggak boleh sama KPK. Jadi saya foto saja untuk menghormati," tandasnya.

Ganjar menepis bahwa sikapnya itu sebagai penolakan. Sebab, kata-kata "menolak" baginya terdengar sadis.

Calon petahana yang diusung oleh koalisi PDI-P, PPP, Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Golkar ini sekali lagi menegaskan bahwa ia sudah berkomitmen dengan KPK untuk tidak menerima gratifikasi.

"Kalau terima harus saya laporkan, kalau dilaporkan pasti akan diminta KPK, kan sayang to. Wis matur nuwun, kita sudah seneng banget dibantu kreatif," tuntasnya.

Baca juga: Survei Kompas: Pilkada Jateng, Ganjar-Yasin di Atas Angin

Diwawancara terpisah, Sarno mengaku kecewa lantaran pemberian cendera mata bonsai tersebut ditolak oleh Ganjar. Tanaman bonsai yang diberikan tersebut adalah dari tanaman beringin korea jenis kompakta yang masih langka di Indonesia.

"Sudah diniatin sebetulnya, kecuali bonsai saya cuma 10 batang, atau 5 batang enggak masalah. Di sini kita banyak, bukan masalah harganya," kata Sarno.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X