Kajari Semarang: Uang Rp 32,4 Juta Diduga Hasil Pungli Kepengurusan Tanah

Kompas.com - 06/03/2018, 19:09 WIB
Kantor Kejari Semarang di Jalan Abdurrahman Saleh, Semarang. KOMPAS.com/Nazar NurdinKantor Kejari Semarang di Jalan Abdurrahman Saleh, Semarang.

SEMARANG, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Semarang, Jawa Tengah, menemukan uang Rp 32,4 juta dalam operasi penangkapan empat pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang.

Uang itu ditemukan di dalam laci meja milik SR, pejabat BPN yang turut diamankan.

Kepala Kejari Semarang Dwi Samudji menerangkan, uang yang ditemukan itu diduga hasil pungutan liar terkait kepengurusan hak atas tanah di wilayah tersebut. Uang Rp 32 juta tersembunyi ke dalam sembilan amplop dan satu bendel kertas.

"Informasi awal itu terjadi penyerahan sejumlah uang kepada pihak BPN berkaitan kepengurusan hal atas tanah di Kota Semarang. Tidak hanya hak atas tanah, tapi perpanjangan hak guna bangunan, hak milik, dan sebagainya," kata Dwi saat konferensi pers di kantornya, Selasa (6/3/2018).

Menurut Dwi, petugas meyakini temuan uang itu merupakan hasil pungutan liar karena petugas juga melihat ada pihak luar yang memberikan amplop kepada pihak BPN. Setelah amplop diperiksa, petugas menemukan amplop tersebut berisi sejumlah uang.

Baca juga: Diduga Pungli, Pejabat BPN Semarang Terkena OTT Kejaksaan

Namun, petugas masih belum menyita uang tersebut dengan dalih masih fokus pada penanganan perkara.

"Uang belum dimintakan izin penyitaan. Yang pegang uang ada kegiatan luar berkaitan penanganan," tambahnya.

Kejaksaan terus mengembangkan temuan itu. Petugas memeriksa secara maraton sejumlah saksi, termasuk melalukan penggeledahan di kantor BPN serta tempat-tempat lainnya.

"Penggeledahan masih jalan. Soal ditahan atau tidak itu urusan penyidik. Kami belum tetapkan tersangka," ujarnya.

Empat pejabat BPN yang diamankan yaitu WR, SR, serta dua pegawai honorer di instansi tersebut berinisial F dan J. WR dan SR diketahui adalah pejabat teras di lingkungan BPN Kota Semarang.

Baca juga: Pungli, Kejaksaan Amankan Pejabat BPN Semarang dan Amplop Berisi Uang

Kompas TV Kementerian Perhubungan memberlakukan sistem tilang elektronik untuk menghapus pungutan liar.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelajar di Manado Jadi Korban Penganiayaan hingga Tewas

Pelajar di Manado Jadi Korban Penganiayaan hingga Tewas

Regional
Saat Dua Paslon di Wonogiri Berebut Kata 'Nyawiji' untuk Slogan Mereka

Saat Dua Paslon di Wonogiri Berebut Kata "Nyawiji" untuk Slogan Mereka

Regional
Ditegur Satpam tapi Nekat Berenang, Saat Tenggelam Bocah Ini Malah Ditinggal Teman-temannya

Ditegur Satpam tapi Nekat Berenang, Saat Tenggelam Bocah Ini Malah Ditinggal Teman-temannya

Regional
ASN Ditangkap Saat Konsumsi Sabu, Dilaporkan Warga yang Resah

ASN Ditangkap Saat Konsumsi Sabu, Dilaporkan Warga yang Resah

Regional
12 Rumah di Sumedang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

12 Rumah di Sumedang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Rumah Tempat Penyimpanan Tabung Gas Elpiji Terbakar, 5 Orang Tewas

Rumah Tempat Penyimpanan Tabung Gas Elpiji Terbakar, 5 Orang Tewas

Regional
Jubir Satgas Covid-19 Kaltim dan Istri Terjangkit Virus Corona

Jubir Satgas Covid-19 Kaltim dan Istri Terjangkit Virus Corona

Regional
Tragis, Bocah Tewas Tertabrak Truk Tangki Saat Tidur Lelap di Rumah

Tragis, Bocah Tewas Tertabrak Truk Tangki Saat Tidur Lelap di Rumah

Regional
Nasib Malang Pengemudi Ojol, Terkena Order Fiktif, Uang Tabungan Juga Habis Dikuras Penipu

Nasib Malang Pengemudi Ojol, Terkena Order Fiktif, Uang Tabungan Juga Habis Dikuras Penipu

Regional
[POPULER NUSANTARA] Klarifikasi Wali Kota Tegal Soal Konser Dangdut | Jumlah Harta Kekayaan Adik Ratu Atut

[POPULER NUSANTARA] Klarifikasi Wali Kota Tegal Soal Konser Dangdut | Jumlah Harta Kekayaan Adik Ratu Atut

Regional
Beri Tumpangan yang Berujung Pembunuhan, Perempuan Hamil Tewas di Tangan Begal

Beri Tumpangan yang Berujung Pembunuhan, Perempuan Hamil Tewas di Tangan Begal

Regional
Kepalanya Terbentur Batu Usai Diperkosa 5 Pria, Wanita Ini Tewas

Kepalanya Terbentur Batu Usai Diperkosa 5 Pria, Wanita Ini Tewas

Regional
Pengakuan Pelaku Pemerkosaan Wanita di Pinggir Sungai: Saya Menyesal

Pengakuan Pelaku Pemerkosaan Wanita di Pinggir Sungai: Saya Menyesal

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Regional
Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X