Kisah TKI Ida 9 Tahun Hilang Komunikasi dengan Sang Ibu

Kompas.com - 03/03/2018, 08:42 WIB
Theresia Sose saat berpelukan dengan anaknya Ida Nahak yang menjadi TKI di Malaysia. Pertemuan haru itu, berlangsung di pintu keluar Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (2/3/2018) KOMPAS.com/Sigiranus Marutho BereTheresia Sose saat berpelukan dengan anaknya Ida Nahak yang menjadi TKI di Malaysia. Pertemuan haru itu, berlangsung di pintu keluar Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (2/3/2018)

KUPANG, KOMPAS.com - Wajah Theresia Sose terlihat tegang saat berdiri di depan ruang kedatangan Bandara El Tari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (2/3/2018) sore.

Sesekali ia menatap beberapa orang yang berada di dekat dia tanpa mengeluarkan senyum.

Tatapan wanita tua asal Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, terus saja tertuju pada pintu keluar para penumpang pesawat yang turun dari bandara.

Sore itu, meski hujan deras tengah mengguyur Kota Kupang dan sekitarnya, tak mampu menahan derasnya kerinduan Theresia yang ingin bertemu dengan putri kandungnya Petronela Nahak alias Ida Nahak.

Maklum, sejak Tahun 2009, semenjak Ida pergi merantau ke Malaysia dan bekerja sebagai asisten rumah tangga, tidak pernah ada komunikasi antara keduanya.

Praktis, Theresia pun hanya pasrah dan terus berdoa, suatu waktu pasti akan bertemu dengan anaknya itu.

Mengenakan baju warna kuning, dan kain sarung warna biru dengan alas kaki berupa sandal jepit merah, Theresia berdiri menunggu di baris paling depan pintu keluar.

Setiap penumpang yang keluar dari pintu, selalu ia perhatikan dengan seksama, seolah tak mau berkedip sekalipun.

Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, Ida Nahak akhirnya keluar bersama seorang petugas BP3TKI dari pintu kedatangan dan langsung berjalan bergegas hendak menuju areal parkiran kendaraan.

Ida yang mengenakan topi merah sempat tidak mengenali Theresia. Begitu juga sang ibu, yang hanya terdiam tanpa mengeluarkan suara begitu putrinya melintas di hadapannya.

Rupanya sudah lama tak bertemu muka, membuat keduanya hampir tak saling kenala.

Seorang kerabat Ida kemudian memanggil nama Ida dan memberitahukan kalau ibunya sedang berdiri di dekatnya.

Melihat sang ibu, Ida kemudian langsung berjalan cepat menuju ibunya. Keduanya lalu berpelukan lama sambil menangis, seolah tak ingin terpisah lagi.

Pemandangan haru tersebut, membuat sejumlah wartawan dan warga mengabadikan momen itu melalui telepon genggam mereka masing-masing.

“Selama ini kami tidak pernah berkomunikasi dan kami hanya pasrah dan berdoa saja. Kami tidak tahu harus mengadu ke siapa. Syukurlah hari ini saya bisa bertemu anak saya,”ucap Theresia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembantu Bunuh Majikannya di Bandung karena Pelaku Sering Dipukuli Korban

Pembantu Bunuh Majikannya di Bandung karena Pelaku Sering Dipukuli Korban

Regional
Polisi Tangkap 9 Preman Bawa Sajam di Solo, 10 Masih DPO

Polisi Tangkap 9 Preman Bawa Sajam di Solo, 10 Masih DPO

Regional
325 Rumah di Demak Rusak Diterjang Puting Beliung, 5 Roboh

325 Rumah di Demak Rusak Diterjang Puting Beliung, 5 Roboh

Regional
Dua Besan Bertengkar, Lalu Berujung Pembacokan, Ini Kronologinya

Dua Besan Bertengkar, Lalu Berujung Pembacokan, Ini Kronologinya

Regional
Cerita Budi dan Yudha Berbagi Kasih untuk Nakes lewat Pempek

Cerita Budi dan Yudha Berbagi Kasih untuk Nakes lewat Pempek

Regional
5 Remaja Dipanggil Polisi karena Joget Erotis di Zebra Cross, Alasannya demi Konten Tiktok

5 Remaja Dipanggil Polisi karena Joget Erotis di Zebra Cross, Alasannya demi Konten Tiktok

Regional
Eri Cahyadi Dilantik Jadi Walkot Surabaya, Pengamat: Dia Digadang-gadang Seperti Risma...

Eri Cahyadi Dilantik Jadi Walkot Surabaya, Pengamat: Dia Digadang-gadang Seperti Risma...

Regional
Polisi Dilempari Batu Saat Bubarkan Balap Liar di Makassar

Polisi Dilempari Batu Saat Bubarkan Balap Liar di Makassar

Regional
Program Jangka Pendek Walkot Semarang untuk Banjir, Tambah Pompa dan Atasi Masalah Sampah

Program Jangka Pendek Walkot Semarang untuk Banjir, Tambah Pompa dan Atasi Masalah Sampah

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Tak Hanya Kusmiyati yang Tertipu Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS, Uang Sutikno Rp 102 Juta Juga Raib

Tak Hanya Kusmiyati yang Tertipu Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS, Uang Sutikno Rp 102 Juta Juga Raib

Regional
Jenazah Kakek 69 Tahun Dibawa Pakai Perahu Karet Terobos Banjir di Semarang

Jenazah Kakek 69 Tahun Dibawa Pakai Perahu Karet Terobos Banjir di Semarang

Regional
Selain di Surabaya, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto

Selain di Surabaya, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto

Regional
Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Demi Utuhnya Silaturahmi...

Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Demi Utuhnya Silaturahmi...

Regional
Cerita Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya Usai Dilantik, Mengaku Kangen dan Teringat Sering Bolos

Cerita Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya Usai Dilantik, Mengaku Kangen dan Teringat Sering Bolos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X