Jeriken Plastik Dilarang, Cara Emak Ini Beli BBM Jadi Perbincangan "Netizen"

Kompas.com - 23/02/2018, 18:59 WIB
Emak-emak sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) dengan wadah bekas jeriken penyemprot padi. KOMPAS.com/ SCREENSHOT GRUP ASLI KEDIRIEmak-emak sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) dengan wadah bekas jeriken penyemprot padi.

KEDIRI, KOMPAS.com — Sebuah foto berupa emak-emak membeli bahan bakar di salah satu SPBU di Kediri, Jawa Timur, menjadi pembicaraan di dunia maya. Wadah tempat bahan bakar yang dipakai emak itu yang menjadi sorotan netizen.

Emak-emak itu membeli bahan bakar dengan menggunakan wadah berupa jeriken, tetapi bukan jeriken plastik pada umumnya, melainkan jeriken besi. Jeriken besi itu pun bukan peruntukan wadah minyak, tetapi tangki yang biasa digunakan petani untuk menyemprot hama tanaman.

Pada foto itu, posisi jeriken masih menempel di punggung emak tersebut. Sementara posisi emak masih di atas kendaraan saat petugas SPBU mengisi jeriken itu.

Foto itu pertama kali diunggah oleh akun dengan nama AndieexWij pada Kamis (22/2/2018) kemarin dan menjadi perbincangan di laman grup jejaring sosial "Facebook Asli Kediri".


Rupanya, foto itu dikaitkan dengan aturan baru pembelian bahan bakar minyak di SPBU yang mengharuskan penggunaan jeriken besi. Aturan itu berlaku efektif pada 1 Maret 2018 nanti. AndieexWij menyatakan kekagumannya atas kreativitas emak-emak di dalam foto tersebut.

Baca juga: Polisi Aceh Timur Gagalkan Penyelundupan 12 Jeriken Bensin

Itu bisa dilihat pada keterangan foto yang ditulisnya bersamaan dengan foto itu, yaitu "#Menyongsong diberlakukan aturan untuk pengisian BBM ke jurigen besi/logam, sdh banyak konsumen bersiap dg jurigen itu. Seperti halnya ibu di salah satu SPBU Kandat Kediri ini, sangat kreatif dalam aturan itu....Terima kasih ibu...#kreatifitastanpabatas #salamseduluran".

AndieexWij yang dikonfirmasi mengenai foto itu membenarkan foto itu diambil di salah satu SPBU yang ada di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Kandat.

"Itu yang moto (memotret) karyawan SPBU Kandat sendiri," ujar Andik, pemilik akun AndieexWij, Jumat (23/2/2018).

Foto itu mendapat beragam respons dari netizen. Ada yang memuji kreativitas emak-emak, bahkan ada juga yang menganggap aturan jeriken besi sebagai aturan nyeleneh. Anggapan yang terakhir itu disikapi dengan bijak oleh netizen lainnya.

Akun Faizal Rizal, misalnya, menjelaskan bahwa jeriken plastik sebagai wadah bahan bakar cukup berbahaya karena bahan plastik dapat memicu timbulnya api akibat listrik statis. Argumen itu menurutnya berdasar teori yang ada.

Aturan pembelian bahan bakar yang mewajibkan penggunaan wadah jeriken besi ini rupanya bukan isapan jempol belaka. Itu merupakan aturan yang dibuat PT Pertamina dan mulai efektif pada 1 Maret nanti.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

Regional
Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Regional
Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' dan 'Maluku'', Diduga dari Koran yang Menempel

Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" dan "Maluku"", Diduga dari Koran yang Menempel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X