Dedi Mulyadi: Jawa Barat Mesti Miliki Areal Sawah Abadi

Kompas.com - 20/02/2018, 20:00 WIB
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menjenguk dan membersihkan rumah Emak Anah (70), di Karawang, Senin (19/2/2018). KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHACalon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menjenguk dan membersihkan rumah Emak Anah (70), di Karawang, Senin (19/2/2018).

KARAWANG, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan provinsi baiknya memiliki areal pesawahan abadi. Sebab selama ini, area tanaman padi di daerah sudah tergerus alih fungsi lahan permukiman

Karena itu ia berjanji, jika terpilih menjadi wakil gubernur, ia akan mengupayakan areal pesawahan abadi. 

"Jangan sampai lahan habis beralih fungsi menjadi properti ataupun industri. Maka perlu pembenahan juga untuk rancangan umum tata ruang (RUTR) di seluruh daerah Jawa Barat. Saya pun akan berusaha cetak sawah abadi," jelas Dedi saat bertemu warga di Kecamatan Teluk Jambe Timur, Karawang, Selasa (20/2/2018).

Gagasan ini, sambung Dedi, muncul saat dirinya melihat langsung kondisi permukiman warga di Desa Panayungan, Karawang.

 

(Baca juga : Dedi Mulyadi Janji Bangun Rumah Sakit Khusus Pengobatan Tradisional)

Lahan sawah yang ada di desa tersebut sudah banyak bergeser menjadi kawasan industri dan permukiman. Apalagi selama ini wilayah Karawang termasuk salah satu daerah lumbung beras.

"Kita dorong agar miliki lahan abadi untuk areal pesawahan. Kalau dibiarkan nanti sawah abadi beralih fungsi lahan, maka ancamannya akan luar biasa," kata Dedi.

Menurutnya, sepetak sawah saja bisa menghidupi banyak kepala keluarga. Mulai dari pemilik lahan, petani, buruh tani, tengkulak, sampai para pedagang.

"Kemandirian pangan terbangun walaupun dari sekotak sawah, dan kuatnya bangsa Indonesia di antaranya itu," tambahnya.

Apalagi mayoritas masyarakat Jawa Barat selama ini bermatapencaharian sebagai petani. Jika sampai lahannya terus tergerus, akan meningkatkan angka kemiskinan di Jabar.

"Ya harus berani intervensi, kalau habis areal sawah sebagai sumbernya, maka pincanglah tatanan kehidupan Jawa Barat," ungkapnya.

(Baca juga : Kaget Bertemu Dedi Mulyadi, Pedagang Golok Ini Juga Keluhkan Kendala Bisnisnya )

Anih (52), salah seorang buruh tani di desa tersebut mengaku bahagia dengan gagasan sawah abadi Dedi Mulyadi. Dirinya merasa terbela oleh rencana mempertahankan areal sawah sebagai lahan mata pencahariannya selama ini.

"Jenis upah buruh tani di sini masih pakai sistem bagi hasil. Upah hasil bertani dibayar pakai hasil padi panen dan bukan uang. Soalnya kalau uang akan cepat habis dan nantinya tak punya beras," pungkasnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X