KPU Tetapkan Paslon Peserta Pilkada NTB, Kini Ada Paslon dari Jalur Independen

Kompas.com - 12/02/2018, 23:44 WIB
Empat tim pemenangan paslon yang akan melaksanakan pilkada serentak menerima dokumen resmi penetapan paslon. Mereka siap menjalankan seluruh tahapan pilkada serentak. Kompas.com/FitriEmpat tim pemenangan paslon yang akan melaksanakan pilkada serentak menerima dokumen resmi penetapan paslon. Mereka siap menjalankan seluruh tahapan pilkada serentak.


MATARAM, KOMPAS.com - Rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Barat yang dilaksanakan KPU NTB, Senin (12/2/2018), menetapkan empat paslon gubernur dan wakil gubernur NTB menjadi peserta pilkada serentak pada 23 Juni 2018.

Keempat pasangan itu yakni Ahyar Abduh-Mori Hanapi, Zulkieflimansyah-Siti Rohmi Djalillah, Suhaili FT dan Muhammmad Amin, serta satu paslon dari jalur perseorangan, Ali bin Dachlan dan Gede Sakti.

Paslon jalur perseorangan atau independen, disebut KPU NTB, sebagai calon inependen pertama yang lolos verifikasi sebagai paslon gubernur dan wakil gubernur di NTB.

“Saya ndak tahu ya apa paslon independen ini satu-satunya di Indonesia, karena yang saya tahu juga ada juga di Sulawesi Selatan, ada juga di Kalimantan Barat, dan untuk Pilgub NTB baru pertama kali ada calon dari jalur perseorangan yang lolos verifikasi faktual,” kata Aksar Anshari, Ketua KPU NTB.

Baca juga: Paslon Jalur Independen Ali-Sakti Lolos Verifikasi Faktual KPU NTB

Aksar mengatakan, melalui jalur perseorangan, ada suatu peluang bagi mereka yang bisa mencalonkan diri sebagai kepala daerah tanpa melalui partai politik.

Paslon independen ini bisa ikut sebagai pilkada serentak tahun ini, sejak judicial review yang diajukan Lalu Ranggalawe, yang pernah mencalonkan diri melalui jalur independen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu, Ranggalawe mengajukan judicial review terhadap Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Hingga akhirnya judicial review Ranggalawe dikabulkan Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2007.

“Harus diakui uji materi atau judicial review dimenangkan Lalu Ranggalawe di MK, yang kemudian memutuskan membolehkan pengusung calon tidak hanya melalui partai politik sehingga muncullah UU Nomor 12 Tahun 2008, yang mengakomodasi calon perseorangan mengikuti pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota, yang diusung oleh masyarakat melalui dukungan dan verifikasi,” ujar Aksar.

Baca juga: Tim Pemenangan Paslon Independen Serahkan Ribuan Dukungan ke KPU NTB

Setelah itu, selalu ada paslon paslon dari jalur perseorangan sejak tahun 2013 dalam Pilkada NTB, tetapi tidak memenuhi syarat. Paslon independen lain juga mulai bermunculan, baik pada pemilihan bupati dan wakil bupati Lombok Timur maupun pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bima, tetapi tidak lolos verifikasi.

Setelah rapat pleno penetapan peserta pilkada, Ketua KPU NTB mengatakan, secara resmi peserta pilkada akan menjalani rangkaian proses pilkada dan terikat dengan aturan penyelenggaraan pilkada serentak, mulai dari pelaksanaan kampanye, laporan dana kampanye, surat keterangan pemberhentian menjadi anggota DPR RI atau DPRD Povinsi NTB, hingga melaporkan daftar harta kekayaan mereka.

Seluruh tim pemenangan paslon peserta pilkada langsung menerima dokumen penetapan dari KPU NTB.

Rapat pleno juga dijaga ketat aparat kepolisian. Bahkan Kapolda NTB langsung turun ke lokasi penetapan pasangan calon di Hotel Lombok Raya, Mataram.

Baca juga: Hasil Tes Kesehatan Paslon di NTB, 15 Lulus, 1 Paslon Gugur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.