Pelaku Penyerangan Gereja Santa Lidwina Dikenal Punya Suara Merdu

Kompas.com - 12/02/2018, 10:22 WIB
Ibu kandung Suliono yang histeris dan mengusir polisi yang akan memeriksa kamar pribadi milik anaknya Minggu (11/2/2018) KOMPAS.COM/Ira RachmawatiIbu kandung Suliono yang histeris dan mengusir polisi yang akan memeriksa kamar pribadi milik anaknya Minggu (11/2/2018)

BANYUWANGI, KOMPAS.com — Rumah Suliono, pelaku penyerangan terhadap pastor dan sejumlah umat di Gereja Santa Lidwina, yang berada di Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sangat sederhana.

Bahkan, rumah dengan bangunan semipermanen tersebut belum teraliri listrik dan masih menumpang dari listrik milik tetangga.

Di dalam rumahnya ada tiga kamar berukuran kecil dengan ruang tamu yang sederhana dan dilengkapi dengan kursi-kursi kayu yang sudah tua.

Rumahnya berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi dengan jarak tempuh sekitar tiga jam. Rumah itu sehari-hari ditempati pasangan Mistadji (58) dan Edi Susiyah (54), orangtua kandung Suliono. Sementara keempat anaknya tinggal di luar Banyuwangi.

"Yang pertama di Papua, yang kedua di Sulawesi, ketiga Suliono itu, dan yang keempat mondok di Banyuwangi kota. Keempat-empatnya pintar semua walaupun berasal dari keluarga yang tidak mampu," ucap Yono, tetangga keluarga Suliono, kepada Kompas.com, Minggu (11/2/2018). Sehari-hari, ayah dan ibu Suliono bekerja sebagai buruh tani.

Baca juga: Penyerangan Gereja Santa Lidwina Berpotensi Memecah Belah Persatuan dan Kerukunan

Kepala Desa Kandangan Riyono mengatakan, Suliono bersekolah di SDN 5 Kandangan, SMPN 1 Pesanggaran, lalu enam bulan mondok di Ponpes Ibnu Sina milik Kiai Maskur Ali, Ketua PCNU Banyuwangi. Dia kemudian pindah ke Sulawesi ikut kakak kandungnya menyelesaikan SMA.

"Dia jarang pulang ke Banyuwangi dan kepulangan terakhirnya saat puasa tahun lalu," kata Riyono.

Pakaian yang digunakan Suliono juga berbeda dengan masyarakat sekitar karena menggunakan jubah warna hitam. Beberapa warga juga melaporkan, saat pulang, Suliono beberapa kali melarang tetangganya melakukan selamatan dan ritual saat musim panen.

"Tetapi, dia dikenal sangat baik, pendiam, dan memiliki suara yang merdu, terutama saat dia mengaji. Orang sini mengakui semua karena dulu saat masih di sini, dia sering diminta jadi qori saat ada acara pengajian," ucap Riyono.

Keluarga menutup diri

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X