Dirawat di RS Panti Rapih, Korban Penyerangan di Gereja Santa Lidwina Dijaga Ketat

Kompas.com - 11/02/2018, 18:33 WIB
Polisi dan TNI menjaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Panti Rapih, Yogyakarta. Kompas.com/Markus YuwonoPolisi dan TNI menjaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Panti Rapih, Yogyakarta.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, tempat perawatan tiga orang korban pembacokan di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Sleman, dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI, Minggu (11/2/2018).

Dari pantauan Kompas.com di lokasi tempat Romo Edmund Prier, Yohanes Trianto, dan Budijono dirawat, polisi dan petugas dari TNI tampak berjaga di sekitar Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan di dalam ruangan.

Rencananya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menjenguk para korban.

"Rencananya Sri Sultan ke sini. Itu menurut informasi dari putrinya tadi, GKR Hayu. Sementara kalau informasinya Panglima TNI akan ke sini (RS Panti Rapih) sehabis dari TKP," kata Sugeng, staf Humas RS Panti Rapih, Minggu.

Sampai saat ini, belum ada informasi mengenai kondisi terkini para korban yang tengah dirawat.

Baca juga: Lima Orang Terluka pada Penyerangan di Gereja Santa Lidwina Bedog Sleman

Kompas TV Seorang warga Kolaka, Sulawesi Tenggara ditangkap polisi setelah membunuh temannya A dengan sebilah golok pada Rabu (24/1) malam.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X