Sejak 2016, ASN di Magelang Himpun Zakat dari Gaji

Kompas.com - 08/02/2018, 08:35 WIB
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito ditemui Rabu (7/2/2018). KOMPAS.com/Ika FitrianaWali Kota Magelang Sigit Widyonindito ditemui Rabu (7/2/2018).

MAGELANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, menerapkan kebijakan penarikan gaji Aparatur Sipil Negara ( ASN) sebesar 2,5 persen untuk zakat sejak 2016. Kebijakan ini jauh sebelum pemerintah pusat mewacanakannya untuk ASN muslim.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mengatakan, kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Magelang Nomor 451/404/123 tanggal 20 Oktober 2016 tentang Pelaksanaan Zakat, Infaq, dan Sedekah.

"Pemerintah agak tertinggal dengan program penarikan (gaji) 2,5 persen itu. Kita (Kota Magelang) sudah jalan, sudah bagus. Saya punya gagasan sendiri," ujar Sigit, ditemui di kompleks GOR Samapta, Kota Magelang, Rabu (7/2/2018).

Sigit mengapresiasi kesadaran para ASN di Kota Magelang yang sukarela menyisihkan gajinya untuk zakat tanpa perlu ditekan atasannya. Hal itu terbukti dengan hasil penarikan zakat dari gaji ASN mencapai Rp 1,4 miliar dalam setahun.

"Sudah kita kumpulkan, tidak usah dikejar-kejar, ditekan-tekan. Para ASN sudah dengan kesadaran mereka membayar zakat dari gaji mereka," ungkap Sigit.

(Baca juga : Pemerintah Siapkan Perpres Atur Zakat ASN )

Karena bersifat sukarela, tidak semua ASN bersedia dipotong gajinya untuk zakat. Namun tidak sedikit pula ASN yang yang justru memberikan lebih dari batasan yang ditentukan karena kesadaran akan pentingnya berzakat.

"Yang dipotong gajinya untuk zakat ini adalah karyawan (ASN) Pemkot Magelang, BUMD, BUMN, tentara juga masuk ke kita. Tanpa paksaan, senang, kepercayaan mereka cukup tinggi," jelas Sigit.

Sigit menjelaskan, zakat ini dihimpun dan dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Magelang. Seluruhnya digunakan untuk kepentingan masyarakat, seperti bedah rumah, pemberian beasiswa, membantu warga yang tidak punya modal, dan kegiatan sosial lainnya.

"Dana zakat tersebut dipergunakan untuk mengentaskan kemiskinan, mengangkat kesejahteraan rakyat, berdampingan dengan program pemerintah daerah lainnya. Program ini sudah berjalan dengan baik," ucapnya.

(Baca juga : Pemerintah Hanya Memfasilitasi, Potongan Zakat ASN Muslim Tak Wajib )

Ia menegaskan, pengelolaan uang zakat dilakukan dengan profesional oleh sumber daya manusia yang berkompeten.

Sigit juga meyakinkan seluruh biaya operasional termasuk honor pengelola Baznas tidak sedikit pun mengambil dari uang zakat melainkan memakai APBD Kota Magelang.

"Yang mengelola itu saya (APBD) yang memberi honor, tidak satu rupiah pun uang zakat bergeser untuk hal-hal lain, tidak dipotongkan dari hasil iuran zakat," tegasnya.

Seperti diketahui, akhir-akhir ini muncul wacana yang diusulkan Kementerian Agama kepada pemerintah terkait kebijakan penarikan gaji ASN muslim sebesar 2,5 persen untuk zakat. Wacana ini masih menuai pro dan kontra dari berbagai pihak, termasuk pemerintah sendiri. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Regional
Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Regional
Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

Regional
Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Regional
Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X