Kompas.com - 01/02/2018, 07:28 WIB
Gajah yang mengamuk di perkebunan warga Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Meski jumlah konflik gajah dengan masyarakat menurun di tahun 2017, tetapi kerusakan kebun sawit warga masih mencapai puluhan hingga ratusan hektar. Konflik ini karena habitat gajah sebagai tempat mencari makan berubah menjadi kebun sawit. (Foto Koleksi Adly Andra) Kompas.com/SukocoGajah yang mengamuk di perkebunan warga Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Meski jumlah konflik gajah dengan masyarakat menurun di tahun 2017, tetapi kerusakan kebun sawit warga masih mencapai puluhan hingga ratusan hektar. Konflik ini karena habitat gajah sebagai tempat mencari makan berubah menjadi kebun sawit. (Foto Koleksi Adly Andra)
|
EditorErwin Hutapea

NUNUKAN, KOMPAS.com - Warga di Desa Salang dan Tinampak Satu, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, melaporkan bahwa seekor gajah kalimantan kembali masuk dan merusak kebun sawit milik mereka.

Ketua Satgas Penanggulangan Konflik Gajah Kabupaten Nunukan Karnaen mengatakan, diperkirakan gajah itu sudah berada di kebun sawit milik warga sejak dua minggu lalu. Namun, warga baru mengetahui dan melaporkannya dua hari terakhir.

“Dua minggu kemarin gajahnya sudah di situ, di daerah Salah dan Tinampak Satu. Dua hari yang lalu dapat informasi,” ujar Karnaen, Rabu (31/1/2018).

Karnaen menambahkan, kerusakan kebun sawit milik warga diperkirakan mencapai belasan hektar mengingat dalam semalam seekor gajah yang masuk kebun sawit warga mampu memakan minimal 15 batang pohon sawit.

Baca juga: Terkait Kematian Gajah Rambo, Pencinta Satwa Ungkapkan Kesedihan

 

Setiap awal tahun gajah dipastikan mulai memasuki kawasan hutan sawit milik warga karena sebagian kebun sawit milik warga masuk dalam kawasan pencarian makan gajah kalimantan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Di awal tahun biasanya dia masuk, ini laporan pertama pada tahun 2018. Pasti besar luasannya karena setiap hari itu pasti makan 15 pokok,“ imbuhnya.

Untuk diketahui, kasus konflik antara gajah dan warga semakin meningkat dengan semakin bertambahnya pembukaan lahan sawit di Kabupaten Nunukan. Maka dari itu, sejak tahun 2006, WWF bekerja sama dengan pemerintah daerah membentuk Satgas Penanggulangan Konflik Gajah. 

Adapun luas lahan sawit di Kabupaten Nunukan mencapai lebih dari 210.000 hektar. Meski tahun 2017 kasus konflik gajah dilaporkan menurun, tetapi dalam setahun Satgas Penanggulangan Konflik Gajah Kabupaten Nunukan mengaku menerima 20 hingga 80 laporan dari warga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X