Mengidap Kanker Lidah, Ibu Dua Anak Tak Bisa Bicara dan Mengunyah

Kompas.com - 30/01/2018, 17:13 WIB
Mariati penderita kanker lidah warga Kelurahan Temberan Pangkal Pinang yang dibantu selang infus. kompas.com/heru dahnurMariati penderita kanker lidah warga Kelurahan Temberan Pangkal Pinang yang dibantu selang infus.
|
EditorFarid Assifa

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Lengkap sudah penderitaan yang harus ditanggung Mariati (35), warga Kelurahan Temberan, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Di tengah kesulitan ekonomi, ibu dua anak ini tidak bisa beraktivitas normal karena menderita kanker lidah.

“Bermula dari gejala sariawan, lidahnya berubah bengkak sejak tiga bulan terakhir,” kata suami Mariati, Deni, kepada Kompas.com, Selasa (30/1/2018).

Deni (37) mengatakan, gejala kanker muncul sejak enam bulan lalu. Ketika itu pengobatan dilakukan di rumah sakit setempat. Belakangan terjadi pembengkakan pada lidah yang kondisinya semakin memprihatinkan.

“Disarankan untuk menjalani operasi,” ujarnya.

Rasa kelu dan perih kini dirasakan Mariati setiap hari. Pembengkakan di lidah membuat Mariati tak bisa bicara dan mengunyah makanan.

Baca juga : Nenek Miskin yang Pernah Makan Daun Kini Bisa Tersenyum Bahagia...

Untuk asupan makanan, Mariati harus menggunakan selang infus yang terpasang melalui hidung.

Pengobatan Mariati terhenti sementara karena terkendala biaya.

Sang suami, Deni yang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan belum memiliki cukup biaya untuk melakukan pengobatan rujukan ke Jakarta.

Kartu BPJS Kesehatan yang dimiliki Mariati hanya cukup untuk tanggungan pengobatan biasa.

Baca juga : Miskin, Nenek Julaeha Hanya Makan Daun Dicampur Garam

Kini, mereka berharap adanya uluran tangan guna membantu biaya pengobatan dan transportasi untuk pengobatan rujukan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X