Demi Gus Ipul, DPC PKS Gresik Serius Bidik Pemilih Milenial

Kompas.com - 28/01/2018, 16:27 WIB
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menerima dukungan dari DPP PKS sebagai calon gubernur Jawa Timur di Kantor DPP PKS Jakarta, Rabu (10/1/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINSaifullah Yusuf atau Gus Ipul menerima dukungan dari DPP PKS sebagai calon gubernur Jawa Timur di Kantor DPP PKS Jakarta, Rabu (10/1/2018).
|
EditorDiamanty Meiliana

GRESIK, KOMPAS.com – Hajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim) bakal segera dilaksanakan, dengan dua pasangan calon yang bakal bersaing.

Yakni, pasangan Saifullah Yusuf ( Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno, serta Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.

Namun, sesuai dengan instruksi pusat, Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) lebih condong untuk memilih dan memberikan dukungan kepada Gus Ipul-Puti.

Bahkan, keputusan itu sudah disepakati oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jatim, dan siap dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS seluruh Jatim.

“Lagi pula, Gus Ipul ini kan sudah lama menjalin komunikasi dengan PKS. Bahkan, sebelum berpasangan dengan Puti, kami sebenarnya sudah dekat, terlebih lagi adanya saran dari para kyai. Hanya memang, resmi dukungan baru didapatkan setelah Gus Ipul berpisah dengan Mas Anas (Abdullah Azwar Anas), dan kemudian menggandeng Puti,” ujar Ketua DPC PKS Gresik Fahrizal Muhammad Kohar di sela agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Minggu (28/1/2018).

(Baca juga: Gus Ipul - Puti Soekarno Ditarget Menang 70 Persen oleh Relawan Jokowi)

Ketua DPC PKS Gresik Fahrizal Muhammad Kohar di sela agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Minggu (28/1/2018).KOMPAS.com / Hamzah Ketua DPC PKS Gresik Fahrizal Muhammad Kohar di sela agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Minggu (28/1/2018).

Guna memuluskan calon pasangan yang diusung, DPC PKS Gresik juga mengaku menyiapkan serangkaian langkah untuk mendapatkan suara sebanyak-banyaknya.

Salah satu di antaranya, coba membidik para pemilih muda atau yang biasa dikenal dengan sebutan ‘Pemilih Milenial’.

“Kami coba akan mengubah mainstream sebelumnya, jika PKS hanya itu-itu saja. Kami akan coba menggandeng para pemuda di Gresik, untuk bisa memilih pasangan Gus Ipul-Puti dalam Pilkada Jatim nanti,” terangnya.

Beberapa langkah pun sudah mulai dilakukan oleh DPC PKS Gresik, guna menarik simpati para pemuda di kawasan Gresik dan sekitarnya. Mulai dari menyediakan program rekreasi bareng, agenda olahraga, hingga nonton bersama (nobar).

“Sebab yang kami tahu dari data di KPU (Komisi Pemilihan Umum) Gresik per Desember 2017, sebanyak 30 persen pemilih di Gresik dalam Pilkada Jatim kali ini adalah mereka yang berusia antara 18 sampai 25 tahun. Tentu ini sebuah kisaran yang menggiurkan,” kata dia.

Selain menggelar beberapa program kepada para pemilih milenial, DPC PKS Gresik juga melakukan beberapa konsolidasi ke beberapa tokoh eksternal yang dianggap berpengaruh, guna lebih banyak meraih dan mendapatkan dukungan.

“Mengacu dari perolehan suara kami di 2014 lalu, kami mendapatkan sebanyak 22 ribu suara. Dan kami berharap, jumlah itu dapat bertambah menjadi 30 ribuan suara, dengan salah satu tambahan yang cukup kami harapkan dari para pemilih usia muda,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Regional
Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Regional
Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Regional
Angka Kematian Covid-19 di Solo Capai 97 Orang, Didominasi Penyakit Bawaan

Angka Kematian Covid-19 di Solo Capai 97 Orang, Didominasi Penyakit Bawaan

Regional
Mengajar di TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Jadi Sarjana di Usia 78 Tahun, Ini Kisahnya

Mengajar di TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Jadi Sarjana di Usia 78 Tahun, Ini Kisahnya

Regional
Penipu Modus Jadi Tim Satgas Covid-19 di Padang, Mengincar Perhiasan Korban

Penipu Modus Jadi Tim Satgas Covid-19 di Padang, Mengincar Perhiasan Korban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X