Belasan Desa di Bima Banjir, Ratusan Orang Mengungsi - Kompas.com

Belasan Desa di Bima Banjir, Ratusan Orang Mengungsi

Kompas.com - 14/01/2018, 13:00 WIB
Kondisi banjir yang menggenangi pemukiman warga di Bima, Sabtu malam (13/01/2018)KOMPAS.com/Syarifudin Kondisi banjir yang menggenangi pemukiman warga di Bima, Sabtu malam (13/01/2018)

BIMA, KOMPAS.com- Hujan deras yang mengguyur wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), sejak Sabtu (13/01/2018) siang hingga malam, menyebabkan 13 Desa di lima Kecamatan terendam banjir.

Kepala Seksi Penanganan Darurat BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan mengatakan, banjir luapan sungai ini menggenangi pemukiman padat penduduk di sebagian wilayah di lima Kecamatan. Akibatnya, ratusan warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“Sementara kerusakan akibat banjir seperti rumah, sekolah, sawah dan fasilitas umum yang terendam di 5 Kecamatan, termasuk jalan dan akses terputus, jumlahnya masih dalam pendataan. Kami akan terus meng-update data kerusakan,” kata Bambang kepada wartawan, Minggu (14/1/2017)

Adapun desa yang terdampak banjir tersebut adalah Desa Soki, Desa Ngali, Desa Cenggu, dan Desa Runggu, Kecamatan Belo. Kemudian di Kecamatan Woha, banjir merendam rumah warga tiga desa, yaitu Desa Nisa, Desa Naru, dan Desa Penapali.  Serta di Kecamatan Palibelo, Desa Belo, dan Desa Padolo. Sedangkan Kecamatan Madapangga, Desa Ncandi dan Desa Monggo.

Banjir setinggi lutut orang dewas juga menggenangi dua Desa di Kecamatan Monta, yakni Desa Sie dan Desa Monta.

Namun dari 13 Desa tersebut, terdapat dua Desa yang tergolong parah yaitu Desa Ngali dan Desa Soki, dengan ketinggian air hingga 1 meter.

“Banjir ini terjadi karena sungai tidak mampu menampung air hujan, sehingga meluap. Hal tersebut mengakibatkan 13 Desa di Kabupaten Bima terendam banjir,” kata Bambang.

Ia mengatakan, evakuasi korban selain melibatkan tim reaksi cepat (TRC), juga dibantu oleh sejumlah personel TNI, Polisi dan relawan untuk membantu evakusi warga.

“Kebanyakan warga dievakuasi ke rumah sanaksaudara. Sementara korban jiwa, sampai saat ini belum ada laporan,”tuturnya.

Menindaklanjuti bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah Desa itu, BPBD setempat telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB dan BWS.

“BPBD Provinsi akan mendroping logistik diantaranya berupa family kit,  jerigen air, kebutuhan dasar untuk korban banjir,” tuturnya.

Sedangkan tanggap darurat lain yang sudah disalurkan untuk korban dampak banjir bandang, berupa air mineral, minyak goreng, mie instan dan makanan siap saji.  “Namun kebutuhan mendesak yang dibutuhkan saat ini berupa paket kebersihan dan logistik, karena terbatasnya stok di BPBD,” katanya.

Sementara kondisi terkini, lanjut Bambang, genangan air di beberapa desa yang terdampak sudah berangsur surut total.

Warga yang dibantu petugas gabungan pun mulai melakukan pembersihan rumah mereka dari sisa material yang dibawa banjir. . “Banjir sudah surut sejak pukul 00.00 Wita hari ini. Kami juga telah menurunkan 5 alat pompa untuk membantu kegiatan pembersihan,” ucap Bambang.

Dia menambahkan, Kabupaten Bima saat ini berstatus siaga darurat banjir, tanah longsor dan puting beliung hingga Maret 2018. “Untuk mengantisipasi bencana alam tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima telah mengaktifkan posko siaga bencana di kantor BPBD,” kata dia.



EditorErlangga Djumena
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X