Nasi Bungkus Selamatkan Martanto dari Longsor di Lereng Merapi

Kompas.com - 18/12/2017, 22:30 WIB
Kompas TV Upaya evakuasi korban longsor melibatkan 3 unit kendaraan alat berat.
|
EditorReni Susanti

Martanto yang sudah dua tahun menjadi penambang pasir Merapi mengaku tidak menyangka akan terjadi tanah longsor. Pasalnya, pagi itu cuaca cukup cerah dan tidak ada tanda-tanda akan terjadi longsor. Dia juga tidak mendengar suara atau petunjuk apapun sebelum longsor.

"Engga ada suara gemuruh atau apapun. Tiba-tiba langsung runtuh," ucapnya.

Istri Martanto, Ayu Setyowati (32), mengaku bersyukur suaminya tidak menjadi korban. Suaminya juga tidak mengalami luka-luka yang berarti meski sempat terguncang. Ayu mendengar kabar musibah itu justru dari salah satu temannya.

"Suami tidak memberi kabar. Saya malah diberi tahu teman kalau ada longsor di lokasi tempat suami saya bekerja. Saya langsung ke rumah sakit mencari kepastian. Alhamdulillah suami baik-baik saja, tidak ada luka-luka," ucapnya.

Seperti diketahui, delapan orang meninggal dunia dan delapan lainnya luka berat akibat tertimpa material longsor di area penambangan Bego Pendem, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Hingga Senin sore, tim gabungan masih melakukan pencarian korban yang mungkin masih tertimbun material berupa pasir dan batu dengan menggunakan tiga unit alat berat. Lokasi musibah terletak sekitar lima kilometer dari puncak Gunung Merapi. 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X